24 Juni 2026

Jacob Ereste: Jangan Biarkan Tekanan Ekonomi Menggerus Idealisme dan Persatuan Bangsa

Keterangan foto: Jacob Ereste mengajak masyarakat menjaga idealisme dan memperkuat persatuan bangsa di tengah tekanan ekonomi dan dinamika politik.

kawankitanews .web.id – Pengamat sosial dan budaya Jacob Ereste mengajak masyarakat menjaga idealisme dan memperkuat persatuan bangsa di tengah tekanan ekonomi yang masih dirasakan banyak kalangan.

Menurutnya, kondisi ekonomi yang sulit tidak boleh dimanfaatkan oleh pihak-pihak tertentu untuk memengaruhi sikap masyarakat melalui berbagai bentuk tekanan maupun iming-iming.

Dalam catatan yang ditulis di Serpong, Jacob menilai situasi politik nasional mulai menghangat seiring semakin dekatnya tahapan menuju Pemilu 2029.

Ia mengingatkan bahwa dinamika tersebut berpotensi memunculkan berbagai manuver politik yang dapat memecah belah masyarakat apabila tidak disikapi dengan bijak.

Jacob menegaskan masyarakat harus meningkatkan kewaspadaan terhadap berbagai upaya yang dapat menggerus nilai-nilai kebangsaan.

Ia mengingatkan bahwa tekanan ekonomi sering kali membuat sebagian masyarakat berada dalam posisi yang rentan sehingga mudah dipengaruhi oleh kepentingan politik tertentu.

“Jangan biarkan tekanan ekonomi menggerus idealisme dan persatuan bangsa.

Masyarakat harus tetap berpikir jernih serta menjaga integritas dalam menghadapi berbagai dinamika politik,” ujar Jacob.

Ia juga mengingatkan pentingnya menjaga solidaritas sosial agar masyarakat tidak mudah terprovokasi oleh narasi yang berpotensi menimbulkan konflik.

Menurutnya, perbedaan pilihan politik merupakan hal yang wajar dalam sistem demokrasi, tetapi tidak boleh berkembang menjadi permusuhan antar sesama anak bangsa.

Selain itu, Jacob mengaku menghadapi berbagai tekanan terhadap aktivitas komunikasi yang dijalaninya dalam beberapa waktu terakhir.

Meski demikian, ia menegaskan tetap berkomitmen mempertahankan independensi dan tidak akan mengorbankan prinsip yang diyakininya.

Jacob berharap seluruh elemen bangsa, mulai dari tokoh masyarakat, akademisi, organisasi kemasyarakatan, hingga generasi muda, ikut memperkuat budaya dialog dan menjaga persatuan nasional.

Ia menilai masyarakat yang kritis dan berintegritas akan menjadi benteng utama dalam menghadapi berbagai tantangan politik maupun sosial.

Menurut Jacob, demokrasi akan tumbuh semakin kuat apabila seluruh pihak mengedepankan etika, kejujuran, dan tanggung jawab dalam setiap aktivitas politik.

Karena itu, ia mengajak masyarakat menjadikan persatuan bangsa sebagai kepentingan bersama yang harus dijaga di atas segala perbedaan.

Menutup pandangannya, Jacob menegaskan bahwa bangsa Indonesia memiliki modal sosial yang besar untuk menghadapi berbagai tantangan.

Ia optimistis masyarakat mampu menjaga idealisme, memperkuat solidaritas, dan mengawal proses demokrasi agar tetap berjalan secara damai, bermartabat, dan berpihak pada kepentingan rakyat.(Red)

Berita Terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *