9 Agustus 2026

Iran Klaim Sasar Fasilitas Logistik AS di Pelabuhan Duqm, Belum Ada Verifikasi Independen

Keterangan foto: Pelabuhan Duqm di Oman menjadi sorotan setelah Iran mengklaim menyasar fasilitas logistik yang dikaitkan dengan Amerika Serikat.

kawankitanews.web.id – Iran mengklaim telah melancarkan serangan terhadap fasilitas logistik yang disebut digunakan untuk mendukung operasi militer Amerika Serikat di Pelabuhan Duqm, Oman.

Hingga kini, klaim tersebut belum mendapat konfirmasi dari pemerintah Amerika Serikat maupun verifikasi independen dari lembaga internasional.

Korps Garda Revolusi Islam (IRGC) menyatakan serangan itu menyasar fasilitas logistik dan pengisian bahan bakar yang diklaim mendukung aktivitas kapal-kapal Angkatan Laut Amerika Serikat di Pelabuhan Duqm.

Menurut IRGC, operasi tersebut merupakan bagian dari respons Iran terhadap meningkatnya ketegangan dengan Amerika Serikat di kawasan Timur Tengah.

Meski demikian, belum ada bukti independen yang memastikan serangan tersebut benar terjadi atau menjelaskan dampaknya terhadap operasional pelabuhan.

Pemerintah Oman juga belum mengeluarkan pernyataan resmi mengenai klaim tersebut saat berita ini ditulis.

Pelabuhan Duqm memiliki posisi strategis di pesisir Laut Arab, di luar Selat Hormuz.

Lokasi ini memungkinkan kapal-kapal yang beroperasi di kawasan Samudra Hindia dan Laut Arab memperoleh dukungan logistik tanpa harus melintasi Selat Hormuz yang selama ini menjadi salah satu jalur pelayaran paling sensitif di dunia.

Dalam beberapa tahun terakhir, Pelabuhan Duqm berkembang sebagai pusat logistik dan maritim yang melayani kebutuhan komersial maupun pertahanan.

Sejumlah negara, termasuk Amerika Serikat dan Inggris, diketahui memiliki kerja sama dengan Oman untuk memanfaatkan fasilitas pelabuhan tersebut sebagai bagian dari dukungan logistik dan pemeliharaan kapal.

Munculnya klaim serangan terhadap Pelabuhan Duqm menambah kekhawatiran terhadap stabilitas keamanan kawasan.

Para pengamat menilai setiap eskalasi yang melibatkan fasilitas strategis di sekitar Teluk Persia dan Laut Arab berpotensi memengaruhi keamanan jalur pelayaran internasional serta distribusi energi global.

Di sisi lain, Oman selama ini dikenal sebagai negara yang menjaga hubungan diplomatik dengan berbagai pihak, termasuk Iran dan negara-negara Barat.

Posisi tersebut membuat Oman kerap berperan sebagai mediator dalam berbagai upaya penyelesaian konflik di Timur Tengah.

Hingga berita ini diterbitkan, belum ada keterangan resmi dari pemerintah Amerika Serikat maupun otoritas Pelabuhan Duqm yang membenarkan atau membantah klaim Iran.

Sejumlah media internasional masih terus memantau perkembangan situasi, sementara komunitas internasional menyerukan agar seluruh pihak menahan diri dan mengedepankan jalur diplomasi guna mencegah konflik meluas.

Karena situasi masih berkembang, informasi mengenai dugaan serangan tersebut masih menunggu hasil verifikasi dari sumber-sumber independen dan pernyataan resmi dari pihak-pihak yang terkait.(Red)

Berita Terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *