Hadianto Rasyid Teguhkan Disiplin sebagai Fondasi Kepemimpinan Kepala Sekolah

Hadianto Rasyid melantik 18 Kepala Sekolah di Palu dan menegaskan disiplin sebagai fondasi kepemimpinan.
Hadianto Rasyid melantik 18 Kepala Sekolah di Palu dan menegaskan disiplin sebagai fondasi kepemimpinan.

kawanindonesia.web.id — Wali Kota Palu, Hadianto Rasyid, meneguhkan disiplin sebagai fondasi utama kepemimpinan saat melantik 18 Kepala Sekolah pada Jumat (1/5/2026). Ia memimpin langsung prosesi pelantikan dan secara tegas meminta para pejabat baru untuk menjalankan tugas dengan penuh tanggung jawab, integritas, dan profesionalitas.

Dalam sambutannya, Hadianto menekankan bahwa jabatan Kepala Sekolah bukan sekadar posisi administratif, melainkan amanah publik yang harus dijiwai. Ia meminta seluruh pejabat yang dilantik untuk tidak hanya memahami tugas, tetapi juga menginternalisasikan nilai-nilai disiplin dalam setiap tindakan.

“Jabatan ini bukan formalitas. Saudara harus mampu menunjukkan komitmen, ketepatan waktu, dan tanggung jawab dalam menjalankan tugas,” tegasnya.

Hadianto juga mengingatkan bahwa kewenangan kepala daerah dalam mengangkat pejabat pendidikan memiliki dasar hukum yang kuat, sebagaimana diatur dalam Undang-Undang Nomor 23 Tahun 2014 tentang Pemerintahan Daerah. Ia menyebut, kualitas pendidikan di daerah sangat bergantung pada kualitas kepemimpinan di tingkat sekolah.

Selain itu, ia menegaskan bahwa pengangkatan Kepala Sekolah harus mengacu pada nilai dasar Aparatur Sipil Negara sebagaimana tertuang dalam Undang-Undang Nomor 5 Tahun 2014 tentang Aparatur Sipil Negara, yakni integritas, profesionalitas, dan tanggung jawab. Menurutnya, nilai tersebut harus tercermin dalam sikap dan kinerja sehari-hari.

Untuk memastikan hal tersebut, Pemerintah Kota Palu menerapkan sistem merit dalam penempatan jabatan, sebagaimana diatur dalam Peraturan Pemerintah Nomor 11 Tahun 2017 tentang Manajemen PNS junto Peraturan Pemerintah Nomor 17 Tahun 2020. Hadianto menegaskan bahwa setiap penugasan dilakukan berdasarkan kualifikasi, kompetensi, dan kinerja, bukan faktor lain.

Ia juga mengingatkan kembali peristiwa pada 2023, ketika ia membatalkan pelantikan sejumlah Kepala Sekolah yang datang terlambat. Menurutnya, langkah tersebut menjadi bukti bahwa disiplin merupakan syarat mutlak dalam mengemban jabatan publik.

“Keterlambatan adalah hal kecil, tetapi mencerminkan kesiapan seseorang dalam memikul tanggung jawab besar,” ujarnya.

Dalam pelantikan kali ini, Hadianto turut didampingi Wakil Wali Kota Palu, Imelda Liliana Muhidin, serta jajaran Pemerintah Kota Palu. Kehadiran pimpinan daerah secara lengkap menunjukkan komitmen bersama dalam membangun budaya disiplin di lingkungan birokrasi.

Pemerintah Kota Palu berharap para Kepala Sekolah yang baru dilantik mampu menjadi pemimpin di lingkungan pendidikan, tidak hanya sebagai administrator, tetapi juga sebagai teladan bagi guru dan peserta didik.

Dengan penegasan tersebut, Hadianto ingin memastikan bahwa setiap jabatan publik dijalankan secara profesional dan berorientasi pada pelayanan masyarakat. Ia menutup arahannya dengan mengingatkan bahwa jabatan tidak cukup hanya diberikan, tetapi harus dijalankan dengan kesadaran dan tanggung jawab penuh.(Red)

Berita Terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *