kawankitanews.web.id – Penulis dan pengamat sosial Jacob Ereste mengajak masyarakat untuk bersikap bijak dan meningkatkan kewaspadaan dalam menghadapi berbagai gangguan yang semakin marak di media sosial.
Menurutnya, ruang digital saat ini tidak hanya menjadi sarana komunikasi dan pertukaran informasi, tetapi juga rentan terhadap berbagai bentuk provokasi dan gangguan yang dapat memengaruhi konsentrasi publik.
Pernyataan tersebut disampaikan Jacob Ereste setelah dirinya mengalami sejumlah kendala komunikasi dalam beberapa pekan terakhir. Ia mengaku aktivitas komunikasi yang biasa dilakukan dengan relasi, sahabat, dan pembaca sempat terganggu akibat berbagai masalah yang muncul di platform digital.
Meski demikian, Jacob memilih untuk tidak larut dalam situasi tersebut. Ia justru mengajak masyarakat untuk melihat fenomena itu sebagai pengingat pentingnya meningkatkan literasi digital dan kemampuan menyaring informasi secara kritis.
“Kita harus tetap tenang dan tidak mudah terpancing. Media sosial sering kali menghadirkan berbagai informasi yang perlu dicermati dengan hati-hati agar tidak menimbulkan kesalahpahaman maupun kegaduhan,” ujar Jacob di Banten, Jumat (23/5/2026).
Jacob menilai aktivitas akun-akun yang kerap memancing perdebatan dan memperkeruh suasana diskusi publik semakin mudah ditemukan di berbagai platform media sosial. Karena itu, ia meminta masyarakat tidak terjebak dalam perdebatan yang tidak produktif dan lebih fokus pada isu-isu yang memiliki dampak langsung terhadap kehidupan masyarakat.
Menurutnya, masyarakat perlu memahami bahwa tidak semua informasi yang beredar di dunia maya memiliki tujuan yang positif. Oleh sebab itu, kemampuan memverifikasi informasi dan menjaga sikap kritis menjadi hal yang sangat penting di era digital.
Ia juga mengingatkan agar pengguna media sosial tidak mudah terprovokasi oleh narasi yang sengaja dibangun untuk mengalihkan perhatian publik dari persoalan yang lebih substansial. Sikap bijak, kata Jacob, akan membantu masyarakat menjaga objektivitas dalam melihat berbagai perkembangan yang terjadi.
“Jangan sampai energi kita habis hanya untuk menanggapi kegaduhan yang tidak membawa manfaat. Masih banyak persoalan penting yang membutuhkan perhatian dan pemikiran bersama,” katanya.
Sebagai jurnalis dan penulis lepas, Jacob mengaku tetap berkomitmen menyampaikan berbagai pandangan dan tulisan kepada masyarakat. Ia berharap gangguan yang terjadi tidak mengurangi semangat untuk terus membangun ruang diskusi yang sehat dan konstruktif.
Jacob juga mengajak masyarakat untuk menjadikan media sosial sebagai sarana memperluas wawasan, memperkuat silaturahmi, dan membangun kesadaran publik terhadap berbagai persoalan bangsa.
“Era digital menuntut kita untuk lebih cerdas, lebih bijak, dan lebih waspada. Dengan cara itu, kita dapat memanfaatkan teknologi sebagai alat yang membawa manfaat, bukan sebaliknya menjadi sumber perpecahan dan kegaduhan,” tegasnya.
Ia berharap kesadaran masyarakat dalam menggunakan media sosial terus meningkat sehingga ruang digital dapat menjadi tempat yang sehat untuk bertukar informasi, gagasan, dan solusi bagi berbagai persoalan yang dihadapi bersama.(Kontributor Yacob

