9 Agustus 2026

Guru di Gresik Diajak Tanamkan Kesadaran Tertib Berlalu Lintas kepada Siswa

Satlantas Polres Gresik memberikan edukasi tertib berlalu lintas kepada para guru melalui program Polantas Menyapa.

kawankitanews.web.id – Satlantas Polres Gresik mengajak para guru untuk menanamkan kesadaran tertib berlalu lintas kepada siswa sejak usia dini melalui program Polantas Menyapa. Edukasi tersebut diharapkan mampu membentuk karakter disiplin dan budaya keselamatan berlalu lintas yang berkelanjutan.

Kegiatan berlangsung di Aula SD Muhammadiyah 1 Gresik pada Selasa (7/7/2026) dan diikuti puluhan guru serta tenaga pendidik.

Unit Keamanan dan Keselamatan (Kamsel) Satlantas Polres Gresik mengemas sosialisasi secara interaktif agar peserta lebih mudah memahami pentingnya keselamatan di jalan.

Kanit Kamsel Satlantas Polres Gresik, Ipda Andreas Dwi, mengatakan pembentukan budaya tertib berlalu lintas tidak dimulai saat seseorang memiliki Surat Izin Mengemudi (SIM), melainkan harus ditanamkan sejak dini melalui pendidikan, keteladanan, dan kebiasaan sehari-hari.

“Kami mengajak para guru menjadi agen perubahan yang dapat menanamkan budaya tertib berlalu lintas kepada para siswa. Kesadaran itu harus dibangun sejak usia dini agar menjadi karakter ketika mereka dewasa,” ujar Ipda Andreas.

Ia menjelaskan bahwa keselamatan berlalu lintas bukan hanya soal mematuhi aturan atau menghindari sanksi tilang, tetapi juga bentuk penghargaan terhadap keselamatan diri sendiri dan pengguna jalan lainnya.

Dalam sosialisasi tersebut, peserta memperoleh materi mengenai safety riding dan defensive driving. Satlantas Polres Gresik menjelaskan pentingnya menggunakan helm berstandar, menaati rambu lalu lintas, serta mengenali potensi bahaya (hazard awareness) saat berkendara.

Suasana kegiatan berlangsung aktif ketika para guru menyampaikan berbagai pertanyaan dan berbagi pengalaman mengenai kondisi lalu lintas di lingkungan sekolah maupun di jalan raya.

Diskusi dua arah itu menjadi sarana bertukar gagasan untuk membangun budaya keselamatan yang dapat diterapkan di lingkungan pendidikan.

Kasat Lantas Polres Gresik, AKP Nur Arifin, menegaskan bahwa pendekatan edukatif menjadi langkah penting dalam menekan angka pelanggaran dan kecelakaan lalu lintas.

Menurutnya, guru memiliki peran strategis sebagai teladan yang setiap hari berinteraksi dengan para siswa.

“Guru dapat memberikan contoh sederhana, seperti menggunakan helm dengan benar, mematuhi rambu lalu lintas, dan disiplin saat berkendara. Kebiasaan baik itu akan mudah ditiru oleh anak-anak,” kata AKP Nur Arifin.

Ia berharap pesan-pesan keselamatan berlalu lintas tidak hanya disampaikan di ruang kelas, tetapi juga diterapkan dalam kehidupan sehari-hari sehingga dapat memengaruhi keluarga dan masyarakat.

Dengan cara tersebut, budaya tertib berlalu lintas diharapkan tumbuh menjadi kebiasaan yang mengakar sejak dini.

Melalui program Polantas Menyapa, Satlantas Polres Gresik terus memperkuat kolaborasi dengan dunia pendidikan sebagai bagian dari upaya menciptakan generasi yang disiplin, bertanggung jawab, dan peduli terhadap keselamatan berlalu lintas.(Rijal)

Berita Terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *