kawankitanews.web.id– Gerakan Moral Rekonsiliasi Indonesia (GMRI) terus memperkuat perannya sebagai wadah dialog, pembelajaran, dan pengembangan kesadaran moral serta spiritual masyarakat. Melalui pertemuan rutin mingguan yang digelar di Sekretariat GMRI, Jalan Ir. H. Juanda No. 4A, Jakarta Pusat, Senin (15/6/2026), organisasi tersebut menyepakati pelaksanaan dua program penting, yakni layanan Konsultasi Terbuka untuk Umum dan kegiatan anjangsana ke Pasir Tekek, Jawa Barat.
Pertemuan yang berlangsung dalam suasana hangat dan penuh keakraban itu membahas berbagai langkah strategis untuk memperluas manfaat GMRI bagi masyarakat. Para peserta menilai bahwa kebutuhan masyarakat terhadap ruang dialog dan konsultasi semakin meningkat, terutama dalam menghadapi berbagai persoalan sosial, keluarga, maupun pencarian makna kehidupan.
Kepala Konsultan GMRI, Wawan Subenu, mengusulkan agar layanan Konsultasi Terbuka untuk Umum dilaksanakan secara rutin setiap ba’da Salat Jumat. Program tersebut dirancang sebagai sarana bagi masyarakat untuk menyampaikan berbagai persoalan dan memperoleh pandangan, arahan, serta solusi yang membangun.
Menurutnya, layanan konsultasi tidak hanya membahas persoalan sosial dan kemasyarakatan, tetapi juga memberikan ruang bagi masyarakat yang ingin memperdalam pemahaman tentang spiritualitas sebagai landasan berpikir, bertindak, dan bersikap dalam kehidupan sehari-hari.
Dalam pelaksanaannya, masyarakat dapat berkonsultasi secara langsung maupun tertulis kepada Wali Spiritual Nusantara, Romo Sro Eko Sriyanto Galgendu, khususnya mengenai aspek spiritual dan nilai-nilai kehidupan. Sementara itu, Wawan Subenu bersama Jacob Ereste akan memberikan layanan konsultasi umum yang mencakup berbagai persoalan sosial dan kemanusiaan.
Selain membahas program konsultasi, peserta pertemuan juga menyepakati rencana anjangsana ke Pasir Tekek, Jawa Barat. Kegiatan tersebut bertujuan mempererat silaturahmi sekaligus memperluas wawasan mengenai hubungan manusia dengan alam, budaya, dan nilai-nilai spiritual yang berkembang di kawasan tersebut.
Gagasan anjangsana semakin menguat setelah Kolonel Pol. (Purn.) Suryanegara, S.H., M.Hum. memperkenalkan sosok Toni Witarsa, tokoh dari Pasir Tekek yang dikenal memiliki perhatian terhadap pelestarian lingkungan serta nilai-nilai kearifan lokal yang diwariskan secara turun-temurun.
Dalam diskusi tersebut, peserta membahas berbagai perspektif mengenai keterkaitan manusia, alam, dan Tuhan yang membentuk harmoni kehidupan. Pasir Tekek dinilai memiliki kekayaan budaya dan pengetahuan lokal yang layak dipelajari lebih mendalam sebagai bagian dari upaya memperkuat pemahaman tentang kehidupan yang selaras dengan alam.
Suryanegara menyatakan kesiapannya untuk memfasilitasi kunjungan tersebut. Ia berharap kegiatan yang telah lama direncanakan itu dapat segera terlaksana sehingga sahabat dan kerabat GMRI dapat mengenal lebih dekat berbagai nilai budaya, sejarah, dan spiritualitas yang hidup di tengah masyarakat Pasir Tekek.
Melalui dua program tersebut, GMRI berharap dapat menghadirkan ruang pembelajaran yang lebih luas bagi masyarakat. Layanan konsultasi terbuka diharapkan menjadi sarana berbagi pengalaman dan solusi, sementara anjangsana ke Pasir Tekek diharapkan mampu memperkaya wawasan tentang hubungan harmonis antara manusia, alam, dan Sang Pencipta.
Dengan semangat moral, rekonsiliasi, dan kebersamaan, GMRI optimistis kedua program tersebut dapat memberikan manfaat nyata bagi masyarakat sekaligus memperkuat peran organisasi dalam membangun kesadaran sosial, budaya, dan spiritual di Indonesia.
Keterangan foto:Pengurus dan sahabat GMRI membahas pelaksanaan Konsultasi Terbuka untuk Umum serta rencana anjangsana ke Pasir Tekek dalam pertemuan rutin di Jakarta Pusat.(Kontributor Yacob)

