Kawankitanews.web.id Gerakan Moral Rekonsiliasi Indonesia (GMRI) menggelar diskusi rutin di Sekretariat GMRI, Jalan Ir. H. Juanda No.4 A, Jakarta Pusat.
Forum ini membahas isu strategis mulai dari penguatan spiritualitas Gen-Z hingga evaluasi dan perbaikan program pemerintah yang dinilai pro rakyat.
Dalam diskusi tersebut, para peserta menekankan pentingnya peran generasi muda dalam membangun kesadaran spiritual di tengah perkembangan zaman yang semakin cepat.
Gen-Z dinilai memiliki potensi besar untuk menjadi motor perubahan sosial yang mampu menggabungkan nilai spiritual dengan kemajuan teknologi.
Asep Syaifullah dalam pemaparannya menegaskan bahwa kekuatan spiritual harus diarahkan secara bijak agar mampu memberikan dampak positif bagi kehidupan masyarakat luas.
Ia juga menyoroti pentingnya penguatan nilai-nilai moral dalam menghadapi tantangan global yang semakin kompleks.
Diskusi kemudian berkembang dengan pembahasan mengenai sejumlah program pemerintah di bawah kepemimpinan Prabowo Subianto.
Program seperti Makan Bergizi Gratis (MBG), Sekolah Rakyat, dan Koperasi Merah Putih dinilai sebagai langkah konkret dalam meningkatkan kesejahteraan masyarakat.
Sri Eko Sriyanto Galgendu menekankan perlunya perbaikan pada aspek teknis pelaksanaan program pemerintah di lapangan.
Ia menilai sejumlah kebijakan sudah memiliki arah yang baik, namun perlu penguatan dalam implementasi agar manfaatnya lebih tepat sasaran dan maksimal dirasakan masyarakat.
Sementara itu, Reza B. Surianegara dari Mahakarya Bhumi Hambalang menilai Gen-Z memiliki energi besar untuk menjadi penggerak perubahan spiritual dan sosial.
Ia mendorong adanya ruang kolaborasi yang lebih luas agar generasi muda dapat berkontribusi secara aktif dalam pembangunan bangsa.
GMRI menegaskan bahwa sinergi antara nilai spiritual, peran generasi muda, dan efektivitas program pemerintah perlu terus diperkuat.
Hal ini penting agar pembangunan nasional tidak hanya berfokus pada aspek ekonomi, tetapi juga pembentukan karakter dan kesadaran masyarakat.
Diskusi ditutup dengan harapan agar evaluasi dan kritik konstruktif dari masyarakat dapat menjadi bagian penting dalam penyempurnaan program pemerintah demi tercapainya kesejahteraan yang lebih merata.(Red)

