8 Agustus 2026

Diklat Tani Merdeka Indonesia Angkatan III Bekali Petani dengan Keterampilan dan Kepemimpinan

Keterangan foto: Peserta Diklat Tani Merdeka Indonesia Angkatan III mengikuti pembukaan pelatihan di BBPP Batu, Malang, untuk memperkuat keterampilan dan kepemimpinan petani.

kawankitanews.web.id – Pendidikan dan Pelatihan (Diklat) Tani Merdeka Indonesia Angkatan III membekali ratusan peserta dengan keterampilan teknis pertanian sekaligus kemampuan kepemimpinan sebagai bekal membangun sektor pertanian yang lebih maju dan mandiri.

Kegiatan yang digelar di Balai Besar Pelatihan Pertanian (BBPP) Batu, Malang, Jawa Timur, pada 16–18 Juli 2026 ini menjadi bagian dari upaya mencetak petani yang siap menghadapi tantangan pertanian modern.

Penyelenggara merancang program pelatihan secara komprehensif dengan memadukan peningkatan kompetensi di bidang pertanian dan pembentukan karakter.

Langkah tersebut sejalan dengan komitmen Tani Merdeka Indonesia dalam mendukung terwujudnya ketahanan pangan serta memperkuat peran petani sebagai pilar utama pembangunan nasional.

Sejak hari pertama, peserta dari berbagai daerah di Jawa Timur dan sekitarnya mengikuti pembinaan kedisiplinan, latihan fisik, ibadah berjamaah,

serta sesi pembelajaran di kelas. Seluruh rangkaian kegiatan disusun untuk membangun sikap disiplin, tanggung jawab, kerja sama, dan kepemimpinan.

Don Muzakir menyampaikan materi strategis mengenai pengembangan sektor pertanian, peningkatan produktivitas,

“serta pentingnya inovasi dalam menghadapi perubahan zaman. Sementara itu, Ketua Dewan Pembina Tani Merdeka Indonesia, Dr. Sudaryono, B.Eng., M.M., MBA., memberikan pembinaan karakter yang menitikberatkan pada kepemimpinan, integritas, semangat pengabdian, dan nasionalisme.

Selain memperoleh materi teori, peserta menjalani berbagai kegiatan pendukung, seperti gladi renungan suci, pelatihan kebersihan mandiri,

serta persiapan upacara penutupan dan penyerahan sertifikat. Kegiatan tersebut bertujuan membentuk petani yang tidak hanya memiliki kemampuan teknis.

Tetapi juga berkarakter kuat dan mampu menjadi pemimpin di lingkungan masing-masing.

Suasana pelatihan berlangsung tertib dan penuh antusiasme. Peserta mengikuti seluruh agenda dengan disiplin, sementara panitia memastikan setiap sesi berjalan sesuai jadwal.

Spanduk kegiatan yang terpasang di halaman utama BBPP Batu menjadi simbol dimulainya proses pembentukan kader petani unggul.

Salah satu panitia penyelenggara menegaskan bahwa Diklat Tani Merdeka Indonesia memiliki misi yang lebih luas daripada sekadar memberikan pengetahuan tentang teknik bercocok tanam.

“Kegiatan ini bukan sekadar berbagi ilmu bertani. Kami ingin membentuk mentalitas petani yang berdaulat, mandiri, dan siap membawa perubahan di daerah masing-masing,” ujarnya.

Melalui program ini, Tani Merdeka Indonesia berharap para peserta mampu mengembangkan usaha tani secara profesional,

memanfaatkan teknologi pertanian yang terus berkembang, serta menjadi penggerak kemajuan sektor pertanian di daerahnya.

Penyelenggara optimistis Diklat Tani Merdeka Indonesia Angkatan III akan melahirkan kader-kader petani yang terampil, berintegritas, dan memiliki jiwa kepemimpinan.

Kehadiran mereka diharapkan mampu memperkuat ketahanan pangan nasional sekaligus mendorong terwujudnya pertanian Indonesia yang maju, mandiri, dan berkelanjutan.(Geng)

Berita Terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *