kawankitanews.web.id – Badan Narkotika Nasional Provinsi Kalimantan Selatan bersama Badan Kesatuan Bangsa dan Politik Provinsi Kalimantan Selatan menggelar penyuluhan pencegahan peredaran narkoba dan premanisme di Hotel Roditha Banjarbaru, Kamis (21/5/2026).
Kegiatan bertema “Stay Cool Without Drugs: Pemuda Sebagai Agen Perubahan dalam Memutus Rantai Peredaran Gelap Narkoba” itu diikuti puluhan pelajar, mahasiswa, dan santri dari berbagai daerah di Kalimantan Selatan.
Sekretaris Bakesbangpol Kalsel, Sri Rahma, yang mewakili Plt Kepala Bakesbangpol Kalsel, Ronny Eka Saputra, menegaskan bahwa ancaman narkoba saat ini semakin serius dan menyasar generasi muda.
Menurutnya, narkotika tidak hanya merusak kesehatan, tetapi juga mengancam masa depan bangsa karena dapat menghancurkan kualitas sumber daya manusia.
“Peredarannya tidak mengenal batas usia, profesi, maupun strata sosial. Namun yang paling memprihatinkan adalah sasaran utamanya, yaitu generasi muda,” ujar Sri Rahma.
Ia meminta para peserta menjadi agen perubahan di lingkungan sekolah, kampus, maupun masyarakat dengan aktif menyuarakan gerakan anti narkoba dan anti premanisme.
Sri Rahma juga mengajak generasi muda berani menolak segala bentuk penyalahgunaan narkotika serta melaporkan apabila menemukan indikasi peredaran narkoba di lingkungan sekitar.
“Melapor bukan berarti mengkhianati teman, tetapi menyelamatkan mereka sebelum terlambat,” tegasnya.
Dalam kegiatan tersebut, narasumber dari BNNP Kalsel, Rakhmadiansyah, memberikan pemahaman mengenai dampak buruk narkoba serta pola peredaran gelap yang kini semakin menyasar kalangan pelajar dan mahasiswa.
Selain itu, psikolog Yayasan Psikologi Kalimantan Selatan, Maryam Agustina, turut memberikan materi terkait penguatan mental generasi muda agar tidak mudah terpengaruh lingkungan negatif.
Panitia kegiatan menyebut penyuluhan tersebut bertujuan meningkatkan kesadaran generasi muda agar mampu menjadi benteng pertahanan pertama dalam memutus mata rantai peredaran narkoba di Kalimantan Selatan.
Kegiatan itu diikuti sekitar 40 peserta yang berasal dari pengurus OSIS SMA sederajat, organisasi santri-santriwati, dan Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) perguruan tinggi di Kalimantan Selatan.(Kontributor Herman)

