kawankitanews.web.id – Bintara Tinggi Tata Usaha Urusan Dalam (Bati Tuud) Koramil 03 Serengan Kodim 0735/Surakarta, Peltu Kwibiyanto, memimpin aksi bersih Sungai Premulung di RT 01 RW 01, Kelurahan Joyotakan, Kecamatan Serengan, Kota Surakarta, Minggu (28/6/2026).
Kegiatan ini menjadi bagian dari upaya menjaga kebersihan lingkungan sekaligus mengantisipasi potensi banjir akibat penumpukan sampah.
Koramil 03 Serengan melibatkan Pemerintah Kelurahan Joyotakan, Komunitas Bina Karta Lestari, para relawan, dan masyarakat dalam kerja bakti yang berlangsung secara gotong royong.
Seluruh peserta bersama-sama membersihkan bantaran sungai dari sampah plastik, ranting pohon, rumput liar, endapan tanah, dan berbagai jenis sampah lainnya yang berpotensi menghambat aliran air.
Peltu Kwibiyanto mengatakan kegiatan tersebut bertujuan memperlancar aliran Sungai Premulung sekaligus meningkatkan kesadaran masyarakat akan pentingnya menjaga kebersihan lingkungan.
“Kami mengajak seluruh warga untuk bersama-sama menjaga kebersihan sungai agar aliran air tetap lancar dan risiko banjir dapat diminimalkan. Lingkungan yang bersih merupakan tanggung jawab kita bersama,” ujarnya.
Menurutnya, kerja bakti menjadi salah satu bentuk kepedulian TNI terhadap lingkungan sekaligus mempererat sinergi dengan pemerintah daerah, komunitas, dan masyarakat dalam mewujudkan kawasan yang bersih, sehat, dan nyaman.
Ia menambahkan, budaya gotong royong harus terus dipelihara karena menjadi kekuatan utama dalam menyelesaikan berbagai persoalan lingkungan.
Dengan keterlibatan seluruh elemen masyarakat, upaya menjaga kebersihan sungai dapat dilakukan secara berkelanjutan.
Selain membersihkan sungai, Koramil 03 Serengan juga mengedukasi masyarakat agar tidak membuang sampah ke aliran sungai.
Langkah sederhana tersebut dinilai sangat penting untuk menjaga kelestarian lingkungan dan mencegah terjadinya banjir saat musim hujan.
Melalui aksi bersih Sungai Premulung, Koramil 03 Serengan berharap kesadaran masyarakat terhadap pentingnya menjaga lingkungan semakin meningkat.
Sinergi antara TNI, pemerintah, komunitas, relawan, dan warga diharapkan mampu menciptakan lingkungan yang bersih, sehat, serta bebas dari ancaman banjir.(Red)

