kawankitanews.web.id– Dinas Pendidikan Provinsi Jawa Timur memastikan pelaksanaan Sistem Penerimaan Murid Baru (SPMB) 2026 berjalan lancar hingga hari kelima tanpa kendala berarti di lapangan.
Kepala Dinas Pendidikan Jawa Timur, Aries Agung Paewai, menegaskan bahwa seluruh proses pengambilan Personal Identification Number (PIN) berlangsung tertib dan terkontrol.
Aries menyampaikan bahwa pihaknya terus memantau pelaksanaan SPMB di seluruh kabupaten dan kota di Jawa Timur.
Ia memastikan hingga hari kelima belum ada laporan antrean panjang maupun penumpukan peserta di sekolah-sekolah layanan.
“Kami memastikan pelaksanaan SPMB 2026 berjalan lancar dan tidak terjadi antrean panjang di sekolah,” ujar Aries, Selasa (2/6/2026).
Dinas Pendidikan Jawa Timur mencatat sebanyak 117.323 pengajuan PIN telah masuk dalam sistem untuk proses verifikasi dan validasi. Dari jumlah tersebut, sebanyak 90.963 siswa telah berhasil memperoleh PIN yang digunakan untuk melanjutkan tahapan pendaftaran.
Aries menjelaskan bahwa Dindik Jatim telah menyiapkan sekitar 1.495.200 PIN untuk mengakomodasi seluruh calon peserta didik di Jawa Timur.
Ia menegaskan bahwa sistem yang digunakan tahun ini dirancang untuk mempermudah masyarakat dalam mengakses layanan pendaftaran.
Ia juga memprediksi jumlah pemohon akan meningkat dalam beberapa hari ke depan seiring diterbitkannya Surat Keterangan Lulus (SKL) dari sekolah asal peserta didik.
Selain memastikan kelancaran teknis, Dindik Jatim juga memperketat ketentuan administrasi terkait penggunaan Kartu Keluarga (KK) dan Surat Keterangan Domisili (SKD). Aries meminta seluruh operator sekolah memberikan penjelasan yang jelas kepada masyarakat agar tidak terjadi kesalahan input data.
“Operator sekolah harus memastikan data yang diinput benar agar proses pendaftaran tidak terhambat,” tegasnya.
Aries menambahkan bahwa jalur mutasi dalam SPMB 2026 hanya diperuntukkan bagi siswa dengan perpindahan tugas orang tua seperti ASN, BUMN, dan pekerja swasta berbadan hukum, dengan kuota tiga persen dari total daya tampung sekolah.
Ia memastikan bahwa hingga saat ini pelaksanaan SPMB 2026 di Jawa Timur berjalan stabil, tertib, dan memberikan kemudahan akses bagi masyarakat di seluruh wilayah.(Red)

