10 Oktober 2026

Aries Paewai Apresiasi 3 Penghargaan Jatim di WorldSkills Shanghai 2026

Aries Paewai mengapresiasi prestasi kontingen Jatim di WorldSkills Shanghai 2026.

Kawankitanews.web.id – Kepala Dinas Pendidikan Jawa Timur Aries Agung Paewai mengapresiasi capaian kontingen Jawa Timur yang membawa pulang tiga penghargaan dari ajang WorldSkills Competition (WSC) Shanghai 2026.

Dari sembilan penghargaan yang diraih Indonesia dalam kompetisi keterampilan vokasi tingkat dunia tersebut, kontingen Jawa Timur menyumbangkan satu medali perak dan dua Medallion for Excellence.

Medali perak diraih Edsel Parama Mustapa, alumni SMKS PGRI 3 Malang/Poltek Astra, pada bidang Software Applications Development. Sementara itu, Reno Surya Permana dan Rouf Aufa Rifqi, alumni SMKN 1 Jenangan, meraih Medallion for Excellence pada bidang Mechatronics beregu.

Aries mengapresiasi perjuangan para kompetitor dan expert Indonesia, terutama tujuh perwakilan Jawa Timur yang mengikuti kompetisi tersebut.

“Alhamdulillah Perwakilan Jawa Timur dari tujuh Orang Perwakilan, tiga di antaranya membawa pulang medali, yakni satu Silver Medal dan dua Medallion for Excellence,” ujar Aries.

Menurut Aries, WSC menjadi salah satu ajang bergengsi untuk mengukur kemampuan talenta muda dalam memenuhi standar profesi dan industri internasional. Karena itu, dia meminta seluruh pihak menjadikan hasil kompetisi sebagai bahan evaluasi untuk memperkuat pendidikan vokasi.

“WorldSkills ini adalah ajang kompetisi keterampilan vokasi tingkat dunia yang mempertemukan talenta-talenta muda terbaik dari berbagai negara untuk menunjukkan kemampuan sesuai standar profesi dan industri internasional,” katanya.

Aries menilai persiapan peserta perlu terus diperkuat. Kompleksitas kompetisi menuntut sekolah dan perguruan tinggi vokasi menyesuaikan kurikulum dengan perkembangan kompetensi dan kebutuhan industri global.

Dia juga menyoroti peran penting expert dalam mendampingi kompetitor. Indonesia mengirim 17 expert untuk mendampingi 20 kompetitor pada 17 bidang lomba di WSC Shanghai 2026.

“Expert perannya juga sama pentingnya dengan kompetitor. Seberapa dekat kompetensi expert, trainer, peralatan, metode latihan, dan lingkungan training Indonesia dengan negara-negara yang menjadi benchmark?” ujarnya.

Aries mendorong evaluasi menyeluruh setelah kompetisi. Evaluasi tersebut mencakup kemampuan teknis, pemahaman terhadap standar dan sistem kompetisi WorldSkills, kemampuan membaca tren soal, jejaring internasional, serta kemampuan mentransfer pengetahuan kepada trainer di daerah.

Selain itu, Aries meminta keterlibatan dunia usaha, dunia industri, dan dunia kerja (DUDIKA) semakin intensif. Menurutnya, pendidikan vokasi dan persiapan peserta WorldSkills membutuhkan dukungan langsung dari industri.

“WorldSkills ini ajang yang sangat bergengsi. Ini kesempatan bagi peserta menunjukkan kompetensi vokasi. Banyak mata DUDIKA dunia tertuju di sini,” katanya.

Pada WSC Shanghai 2026, Indonesia menempati peringkat ke-19 dari 74 negara peserta. Indonesia meraih sembilan penghargaan yang terdiri atas satu medali perak, dua medali perunggu, dan enam Medallion for Excellence.

Aries menyebut capaian tersebut perlu menjadi pijakan untuk meningkatkan kualitas pendidikan vokasi. Dia juga menilai peningkatan jumlah bidang yang memperoleh penghargaan internasional menunjukkan perkembangan positif yang perlu dilanjutkan.

“Ini bukan bagian akhir dari komitmen kita untuk terus mencerdaskan bangsa dan memajukan bangsa dan negara dengan pendidikan dan prestasi yang kalian dapat,” tutur Aries.

Aries berharap pemerintah memperkuat training center bagi calon kontingen WorldSkills. Dia menilai pusat pelatihan yang intensif dan terarah dapat meningkatkan kesiapan peserta menghadapi kompetisi internasional.

Sementara itu, salah satu peraih penghargaan, Edsel Parama Mustapa, menjalani pelatihan selama enam bulan sebelum bertanding pada bidang Software Applications Development. Dia mengerjakan soal-soal baru setiap hari sebagai bagian dari persiapan.

“Dari awal saya tidak berekspektasi untuk mendapatkan. Tapi alhamdulillah saya bisa dapat,” ungkap Edsel.

Edsel mengembangkan aplikasi untuk perangkat Android dalam kompetisi tersebut. Dia mengerjakan seluruh tahapan mulai dari perencanaan, pembuatan, hingga pengujian aplikasi yang dapat diterapkan dalam dunia usaha dan industri.

Prestasi kontingen Jawa Timur tersebut menjadi bagian dari capaian Indonesia di panggung keterampilan dunia. Pengalaman para peserta dan expert di Shanghai selanjutnya diharapkan dapat memperkuat pembelajaran vokasi serta meningkatkan daya saing talenta muda Indonesia.(Red)

 

Berita Terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *