8 Oktober 2026

OPSI Nasional 2026, Jatim Raih 9 Medali Berkat Pembinaan Intensif

Pelajar Jatim meraih sembilan medali pada OPSI Nasional 2026.

Kawankitanews.web.id – Kontingen Jawa Timur kembali menunjukkan prestasi dalam Olimpiade Penelitian Siswa Indonesia (OPSI) 2026. Pelajar Jatim berhasil membawa pulang sembilan medali sekaligus mempertahankan gelar juara umum untuk keenam kalinya secara beruntun sejak OPSI 2021.

Capaian tersebut tidak lepas dari pembinaan dan persiapan intensif yang dilakukan Dinas Pendidikan (Dindik) Jawa Timur sebelum kompetisi berlangsung.

Kepala Dindik Jatim, Aries Agung Paewai, mengatakan pihaknya mematangkan kesiapan para peserta melalui training center (TC). Pembinaan tersebut berfokus pada kemampuan presentasi dan kesiapan mental siswa untuk menyampaikan hasil penelitian di hadapan dewan juri.

“Kita matangkan persiapan selama dua hari. Penelitian mereka sudah dilakukan bersama guru pendamping. Kita tinggal matangkan dari sisi presentasi dan mental siswa. Bagaimana menyuguhkan hasil penelitian mereka tanpa terganggu secara psikologisnya. Jadi mereka bisa tampil presentasi membawa hasil yang positif,” ujar Aries.

Dindik Jatim juga menghadirkan sejumlah expert yang berpengalaman mengikuti kompetisi OPSI tingkat nasional. Mereka membantu siswa dan guru pendamping memahami peta persaingan, tahapan final, serta strategi menghadapi peserta dari berbagai daerah.

“Alhamdulillah di OPSI kemarin kita diwakili 22 tim, yang terdiri dari sembilan tim dari jenjang SMA sederajat dan 13 dari jenjang SMP sederajat. Dari hasil itu kita berhasil membawa total sembilan medali,” kata Aries.

Dari sembilan medali tersebut, jenjang SMA/MA menyumbangkan tiga medali perak dan satu penghargaan khusus. Sementara itu, jenjang SMP/MTs meraih enam medali yang terdiri atas dua medali emas dan empat medali perunggu.

Aries menilai prestasi tersebut menunjukkan hasil pembinaan penelitian yang dilakukan secara berkelanjutan di satuan pendidikan. Ia mendorong sekolah tidak hanya mengejar prestasi kompetisi, tetapi juga membangun budaya penelitian di kalangan siswa.

Menurutnya, penelitian dapat melatih siswa menemukan persoalan, mengolah data, menyusun solusi, dan mengembangkan inovasi yang bermanfaat bagi lingkungan sekitar.

“Penelitian harus menjadi bagian dari proses pembelajaran di sekolah. Anak-anak tidak hanya belajar teori, tetapi juga dilatih menemukan masalah, melakukan penelitian, dan menghasilkan solusi. Ini yang akan membentuk kemampuan berpikir kritis dan inovatif mereka,” jelasnya.

Kegiatan penelitian di sekolah juga berkembang melalui Kelompok Ilmiah Remaja (KIR). Melalui wadah tersebut, siswa mendapat kesempatan mengembangkan berbagai proyek penelitian dengan pendekatan problem solving.

Pada OPSI 2026, peserta berkompetisi dalam sejumlah bidang penelitian. Bidang Matematika, Sains, dan Teknologi (MST) mencakup penelitian ilmu dasar, matematika, kimia, biologi, dan sains murni.

Sementara itu, bidang Fisika Terapan dan Rekayasa (FTR) mencakup inovasi teknologi, rekayasa teknik, energi terbarukan, dan penelitian terapan. Adapun bidang Ilmu Sosial dan Humaniora (ISH) meliputi penelitian sosial, psikologi, ekonomi, serta berbagai kajian humaniora.

Aries berharap keberhasilan Jatim mempertahankan gelar juara umum OPSI selama enam kali berturut-turut dapat semakin memperkuat ekosistem penelitian di sekolah.

Dindik Jatim juga terus mendorong guru dan siswa mengembangkan penelitian yang berangkat dari persoalan nyata sehingga menghasilkan gagasan dan solusi yang memiliki manfaat bagi masyarakat.(Red)

 

Berita Terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *