8 Agustus 2026

Akses Pertanian dan Ekonomi Meningkat, Babinsa Pantau Pembangunan Jembatan di Kedungwaduk

Keterangan foto: Babinsa Kedungwaduk memantau pembangunan jembatan penghubung dua desa yang diharapkan memperlancar akses pertanian dan perekonomian warga Sragen.

kawankitanews.web.id– Babinsa Desa Kedungwaduk, Koramil 10/Karangmalang Kodim 0725/Sragen, Serka Jumanto, terus memantau pembangunan jembatan beton yang menghubungkan Dukuh Bunder, Desa Kedungwaduk, Kecamatan Karangmalang dengan Dukuh Pengkok, Desa Pengkok, Kecamatan Kedawung.

Kehadiran Babinsa di lapangan menjadi bagian dari komitmen TNI dalam mendukung pembangunan infrastruktur yang berdampak langsung terhadap peningkatan kesejahteraan masyarakat.

Jembatan sepanjang enam meter tersebut diproyeksikan menjadi jalur penghubung utama bagi sekitar 100 kepala keluarga atau sekitar 300 jiwa.

Infrastruktur itu diharapkan mampu memperlancar mobilitas warga, mempercepat distribusi hasil pertanian, serta membuka akses ekonomi yang lebih luas bagi masyarakat di kedua desa.

Hingga Kamis (30/7/2026), proses pembangunan menunjukkan perkembangan yang positif.

Seluruh pekerjaan persiapan, mulai dari pengukuran lokasi, pemasangan patok, hingga pengerukan tanah menggunakan alat berat excavator telah selesai 100 persen.

Saat ini, pembangunan memasuki tahap perakitan besi kuda-kuda, pembuatan lantai kerja, dan pengecoran awal dengan progres fisik mencapai sekitar 15 persen.

Pelaksana proyek menargetkan tahapan berikutnya berupa pengecoran kuda-kuda jembatan agar pekerjaan dapat berjalan sesuai jadwal.

Serka Jumanto secara rutin melakukan pendampingan dan pengawasan terhadap proyek tersebut.

Ia memastikan seluruh proses pembangunan berjalan sesuai rencana, mengutamakan kualitas konstruksi, serta mengedepankan faktor keselamatan kerja.

Menurutnya, pembangunan jembatan tidak hanya berfungsi sebagai penghubung antar wilayah, 4 tetapi juga menjadi sarana penting untuk meningkatkan produktivitas sektor pertanian dan memperkuat perekonomian masyarakat pedesaan.

“Pembangunan jembatan ini bukan sekadar menghadirkan akses penghubung, tetapi juga membuka peluang ekonomi, memperlancar distribusi hasil pertanian,

serta memudahkan masyarakat memperoleh layanan pendidikan dan kesehatan. Kehadiran Babinsa merupakan bentuk dukungan TNI terhadap percepatan pembangunan demi kesejahteraan masyarakat,” ujar Serka Jumanto.

Sinergi antara TNI, pemerintah desa, dan pelaksana proyek diharapkan mampu mempercepat penyelesaian pembangunan sehingga jembatan dapat segera dimanfaatkan oleh masyarakat.

Dengan akses yang semakin baik, aktivitas ekonomi dan distribusi hasil pertanian diyakini akan meningkat serta memberikan manfaat jangka panjang bagi warga di Kecamatan Karangmalang dan Kecamatan Kedawung.(Red)

Berita Terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *