kawankitanews.web.id — Para lulusan STKIP dan STIT Al-Azhar Diniyyah Jambi diminta menjadikan semangat belajar sepanjang hayat sebagai bekal utama setelah menyelesaikan pendidikan tinggi. Perkembangan kecerdasan buatan atau artificial intelligence (AI) membuat dunia kerja bergerak cepat dan menuntut setiap lulusan terus memperbarui pengetahuan serta keterampilannya.
Pesan tersebut mengemuka dalam Wisuda Sarjana Angkatan XIV STKIP Al-Azhar Diniyyah Jambi dan Angkatan X STIT Al-Azhar Diniyyah Jambi Tahun Akademik 2025/2026, Sabtu (15/8/2026).
Momentum wisuda tidak hanya menjadi perayaan keberhasilan akademik. Para lulusan juga mendapat pesan agar mampu menerapkan ilmu, beradaptasi dengan perubahan teknologi, dan tetap mempertahankan karakter serta nilai-nilai keislaman ketika memasuki dunia kerja dan masyarakat.
Fasli Jalal Ingatkan Pentingnya Belajar Sepanjang Hayat
Penasehat Ahli Menteri Agama Republik Indonesia, Prof. Dr. Fasli Jalal, Sp.GK., Ph.D., menekankan pentingnya sikap sebagai pembelajar sepanjang hayat dalam orasi ilmiahnya.
Ia mengingatkan para wisudawan bahwa kelulusan bukanlah akhir dari proses pendidikan. Setelah meninggalkan kampus, mereka akan memasuki lingkungan yang menghadirkan tantangan dan persoalan yang lebih kompleks.
“Kelulusan bukan akhir dari perjalanan, melainkan awal masuk ke fase yang jauh lebih menantang,” ujar Fasli.
Menurutnya, mahasiswa selama berada di kampus masih mendapatkan bimbingan dosen dan sistem akademik yang terarah. Setelah memasuki dunia profesional, setiap lulusan harus mengambil keputusan secara mandiri dan bertanggung jawab atas pilihannya.
Karena itu, Fasli mendorong para sarjana keluar dari zona nyaman dan menyusun roadmap kehidupan. Mereka harus menentukan arah profesi sekaligus terus meningkatkan kompetensi.
AI Mengubah Kebutuhan Kompetensi
Fasli menilai perkembangan AI telah mengubah cara manusia belajar dan bekerja. Teknologi dapat membantu menyelesaikan berbagai pekerjaan dengan lebih cepat, tetapi perkembangan tersebut juga mengubah jenis kompetensi yang dibutuhkan dunia kerja.
Ia mengingatkan lulusan agar tidak hanya mengandalkan ijazah. Pengetahuan dan keterampilan yang mereka miliki saat ini dapat kehilangan relevansi jika mereka tidak mengikuti perkembangan zaman.
Para lulusan perlu mengembangkan kemampuan berpikir kritis, kreativitas, komunikasi, kolaborasi, dan pemecahan masalah.
Fasli juga mendorong lulusan memanfaatkan AI sebagai alat untuk meningkatkan produktivitas. Menurutnya, teknologi dapat membuka peluang baru bagi mereka yang mau belajar dan beradaptasi.
Namun, ia mengingatkan agar lulusan tidak mengorbankan karakter demi mengejar perkembangan teknologi.
Empati, kepedulian, integritas, akhlak, dan kemampuan membangun hubungan antarmanusia tetap menjadi kekuatan penting yang harus dipertahankan.
Adaptasi Harus Berjalan Bersama Karakter
Ketua STKIP Al-Azhar Diniyyah Jambi, Dr. H. Abdul Muhaimin El-Yusufi, B.Sy.E., M.E., juga mengingatkan para lulusan agar mampu mengikuti perkembangan zaman tanpa kehilangan jati diri.
Ia mendorong para sarjana menerapkan ilmu melalui kerja nyata, kejujuran, kesungguhan, dan pengabdian.
Muhaimin menegaskan bahwa gelar akademik akan memiliki nilai ketika lulusan mampu menggunakan ilmunya untuk memberikan manfaat kepada masyarakat.
Ia juga meminta para sarjana membawa nilai-nilai keislaman dalam menjalankan profesi dan kehidupan sosial.
Pendidikan Menyiapkan Manusia yang Utuh
Pesan tentang pembelajaran sepanjang hayat juga berkaitan dengan peran pendidikan tinggi dalam membentuk sumber daya manusia.
Ketua STIT Al-Azhar Diniyyah Jambi, Bu Bahera, menekankan pentingnya menjaga keseimbangan antara kemampuan akademik dan akhlak.
Menurutnya, perguruan tinggi tidak hanya bertugas memberikan pengetahuan. Pendidikan juga harus membentuk pribadi yang memiliki karakter, tanggung jawab, dan nilai moral.
Lulusan diharapkan mampu menggunakan kompetensi yang mereka miliki untuk memberikan kontribusi positif bagi masyarakat.
Tiga Bidang Pendidikan Hadapi Tantangan Zaman
Dalam orasinya, Fasli juga menyoroti tiga bidang pendidikan yang menjadi bagian dari STKIP dan STIT Al-Azhar Diniyyah Jambi, yakni Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD), Pendidikan Bahasa Inggris, serta Pendidikan Islam atau Ilmu Tarbiyah.
Lulusan PAUD memiliki peran penting dalam membangun fondasi perkembangan dan karakter anak sejak usia dini. Mereka perlu terus memperbarui pengetahuan mengenai pendidikan anak agar mampu menjawab kebutuhan generasi baru.
Lulusan Pendidikan Bahasa Inggris juga menghadapi perubahan akibat perkembangan AI yang mampu melakukan berbagai pekerjaan teknis, termasuk penerjemahan. Karena itu, mereka perlu mengembangkan kemampuan komunikasi, kreativitas, empati, dan pemahaman konteks.
Sementara itu, lulusan Pendidikan Islam atau Ilmu Tarbiyah memiliki peran dalam membangun generasi yang menguasai ilmu sekaligus memiliki iman, takwa, dan akhlak.
Ketiga bidang tersebut menunjukkan bahwa proses belajar tidak berhenti setelah wisuda. Para lulusan harus terus mengembangkan kemampuan agar dapat memberikan layanan pendidikan yang relevan dengan perkembangan masyarakat.
Bekal Hadapi Dunia Kerja
Perwakilan Gubernur Jambi, Arief Munandar, turut mengingatkan para lulusan mengenai pentingnya membangun komunikasi, mengembangkan kecerdasan emosional, membuktikan kompetensi melalui kerja nyata, dan memperluas jejaring.
Ia mendorong para sarjana membangun kolaborasi dengan berbagai profesi dan kelompok masyarakat.
Kemampuan bekerja sama akan semakin penting karena dunia kerja membutuhkan solusi yang lahir dari berbagai keahlian.
Di tengah perubahan teknologi, lulusan juga perlu terus memperbarui kemampuan digital tanpa mengabaikan kemampuan interpersonal.
Jadikan Wisuda sebagai Titik Awal
Wisuda STKIP dan STIT Al-Azhar Diniyyah Jambi menjadi momentum bagi para sarjana untuk memulai perjalanan baru.
Mereka kini akan menghadapi dunia kerja yang berubah cepat akibat perkembangan teknologi, termasuk AI. Kondisi tersebut menuntut mereka terus belajar, beradaptasi, dan mengembangkan kompetensi.
Menjadi pembelajar sepanjang hayat berarti tidak berhenti mencari pengetahuan setelah menerima ijazah. Para lulusan perlu membaca perubahan, mempelajari keterampilan baru, mengevaluasi kemampuan, dan terbuka terhadap pengalaman.
Namun, semangat belajar tersebut harus tetap berjalan bersama karakter dan akhlak. Penguasaan teknologi perlu diarahkan untuk menghasilkan karya yang bermanfaat dan memberikan solusi bagi masyarakat.
Dengan ilmu yang terus diperbarui, kemampuan adaptasi yang kuat, penguasaan teknologi, serta akhlak sebagai pijakan, lulusan Al-Azhar Diniyyah Jambi diharapkan mampu menghadapi era AI dan dunia kerja sekaligus memberikan kontribusi nyata bagi bangsa.
Wisuda akhirnya bukan menjadi akhir perjalanan pendidikan, melainkan awal dari perjalanan panjang untuk terus belajar, berkarya, dan mengabdi.(Kontributor Rochman)

