Kawankitanews.web.id – Pengamat sosial dan budaya Jacob Ereste mendorong pemerintah menjalin kerja sama yang lebih luas dengan media online berbasis internet untuk memperkuat penyebaran informasi publik, meningkatkan literasi digital masyarakat, serta mendukung pembangunan nasional menuju Indonesia Emas 2045.
Jacob Ereste menilai perkembangan media online dan media sosial telah mengubah pola masyarakat dalam memperoleh informasi. Menurutnya, platform digital kini menjadi sumber informasi yang lebih cepat, mudah diakses, dan mampu menjangkau masyarakat hingga ke berbagai daerah.
Ia mengatakan pemerintah perlu memanfaatkan potensi besar jurnalis online sebagai mitra strategis dalam menyampaikan berbagai program, kebijakan, dan layanan kepada masyarakat. Dengan kolaborasi yang baik, media online dapat berperan lebih aktif dalam mendukung keterbukaan informasi publik sekaligus meningkatkan kualitas edukasi kepada masyarakat.
“Jumlah jurnalis online yang terus bertambah merupakan potensi besar yang patut diberdayakan. Pemerintah perlu membangun kemitraan yang sehat agar informasi yang disampaikan kepada masyarakat semakin berkualitas, akurat, dan bermanfaat,” ujar Jacob.
Menurutnya, kerja sama tersebut juga dapat memperkuat upaya meningkatkan literasi digital masyarakat sehingga mampu memilah informasi yang benar, sekaligus menekan penyebaran hoaks dan informasi yang menyesatkan.
Jacob menjelaskan bahwa transformasi digital telah mendorong masyarakat beralih dari media konvensional ke berbagai platform berbasis internet, seperti portal berita online, media sosial, dan aplikasi pesan instan. Perubahan tersebut, katanya, harus direspons dengan kebijakan yang mampu mengoptimalkan peran media digital dalam mendukung pembangunan nasional.
Ia juga mengusulkan agar pemerintah pusat maupun pemerintah daerah menyusun pola kemitraan yang profesional dengan media online. Menurutnya, langkah itu tidak hanya memperluas jangkauan publikasi program pemerintah, tetapi juga mendorong peningkatan kompetensi dan profesionalisme para jurnalis digital.
Selain itu, Jacob menilai kolaborasi dengan media online dapat menciptakan komunikasi publik yang lebih terbuka, transparan, dan efektif. Masyarakat pun akan lebih mudah memperoleh informasi mengenai kebijakan pemerintah, program pembangunan, maupun berbagai layanan publik yang tersedia.
Dalam pandangannya, kemitraan tersebut perlu dibangun dengan tetap menjunjung tinggi independensi pers, profesionalisme jurnalistik, serta etika dalam penyampaian informasi. Dengan demikian, media online tidak hanya menjadi sarana publikasi, tetapi juga berfungsi sebagai ruang edukasi, kontrol sosial, dan penguatan demokrasi.
Jacob Ereste berharap pemerintah dapat memberikan perhatian yang lebih besar terhadap perkembangan media online sebagai bagian dari ekosistem informasi nasional. Ia meyakini sinergi antara pemerintah dan media digital akan memperkuat kualitas komunikasi publik, meningkatkan literasi masyarakat, serta mendukung terciptanya masyarakat yang lebih cerdas, kritis, dan siap menghadapi tantangan era digital.(Kontributor Yacob)

