8 Agustus 2026

Lilik Hendarwati: Keluarga Jadi Benteng Utama Lindungi Anak Hadapi Tantangan Zaman

Lilik Hendarwati menegaskan keluarga menjadi benteng utama dalam melindungi anak menghadapi tantangan zaman.

kawankitanews.web.id  – Ketua Fraksi PKS DPRD Jawa Timur, Lilik Hendarwati, menegaskan bahwa keluarga memiliki peran penting dalam melindungi anak dari berbagai tantangan zaman. Ia menilai kehadiran aktif ayah dan ibu dalam mendampingi tumbuh kembang anak dapat menjadi fondasi kuat untuk membentuk generasi yang sehat, cerdas, tangguh, dan berkarakter.

Lilik menyampaikan pandangan tersebut dalam momentum Hari Anak Nasional (HAN) 2026. Ia mengajak seluruh elemen masyarakat memperkuat perlindungan dan pemenuhan hak anak di tengah perkembangan teknologi serta perubahan sosial yang semakin kompleks.

Menurut Lilik, setiap anak berhak tumbuh dalam lingkungan yang aman, sehat, penuh kasih sayang, dan mendukung pengembangan potensi mereka. Karena itu, ia meminta keluarga, sekolah, masyarakat, dan pemerintah membangun lingkungan yang mampu memberikan perlindungan kepada anak secara menyeluruh.

“Hari Anak Nasional menjadi momentum bagi kita semua untuk kembali menegaskan bahwa setiap anak Indonesia berhak tumbuh dalam lingkungan yang aman, sehat, penuh kasih sayang, serta memperoleh kesempatan yang sama untuk berkembang sesuai potensi terbaiknya,” ujar Lilik.

Lilik menilai anak-anak saat ini menghadapi berbagai ancaman yang tidak hanya berkaitan dengan kebutuhan dasar seperti gizi, kesehatan, dan pendidikan. Perkembangan teknologi dan perubahan sosial juga menghadirkan tantangan baru yang membutuhkan perhatian bersama.

Ia menyoroti sejumlah persoalan seperti kecanduan gawai, paparan konten negatif di media sosial, perundungan, kekerasan terhadap anak, eksploitasi, penyalahgunaan narkoba, hingga persoalan kesehatan mental.

“Di tengah kemajuan zaman, anak-anak kita menghadapi tantangan yang semakin kompleks. Tidak hanya persoalan gizi, kesehatan, dan pendidikan, tetapi juga ancaman kecanduan gawai, paparan konten negatif di media sosial, perundungan, kekerasan terhadap anak, eksploitasi, penyalahgunaan narkoba, hingga persoalan kesehatan mental yang semakin mengkhawatirkan,” katanya.

Selain menghadapi ancaman tersebut, Lilik juga mengingatkan masih banyak anak yang hidup dalam kemiskinan, mengalami putus sekolah, dan belum mendapatkan perlindungan yang memadai. Kondisi itu membutuhkan perhatian serius dari pemerintah dan seluruh elemen masyarakat.

Lilik menegaskan, keluarga tidak dapat bekerja sendiri dalam melindungi anak. Ia mendorong sekolah, lingkungan masyarakat, dan negara ikut memberikan dukungan agar anak dapat tumbuh secara optimal.

“Sebagai pemimpin perempuan, saya meyakini bahwa investasi terbaik yang dapat dilakukan pemerintah adalah memastikan setiap anak mendapatkan hak-haknya secara utuh,” tegasnya.

Fraksi PKS DPRD Jawa Timur, kata Lilik, mendorong Pemerintah Provinsi Jawa Timur memperkuat berbagai kebijakan yang berpihak kepada anak. Pemerintah perlu memperkuat ketahanan keluarga, meningkatkan layanan kesehatan mental bagi anak dan remaja, serta memperluas perlindungan terhadap korban kekerasan.

Selain itu, pemerintah perlu memperluas akses pendidikan berkualitas, memperkuat literasi digital, dan membangun kolaborasi lintas sektor untuk menciptakan lingkungan yang aman serta ramah bagi anak.

Menurut Lilik, keluarga tetap menjadi benteng utama dalam membentuk karakter dan melindungi anak. Ayah dan ibu yang aktif mendampingi anak dapat membantu mereka menghadapi berbagai pengaruh negatif dan tantangan yang muncul seiring perkembangan zaman.

“Kami berharap program-program yang menyentuh keluarga terus diperkuat. Anak yang tumbuh dalam keluarga yang harmonis, dengan kehadiran ayah dan ibu yang aktif mendampingi, akan memiliki fondasi yang lebih kuat dalam menghadapi tantangan masa depan,” ujarnya.

Lilik juga meminta masyarakat menempatkan anak sebagai subjek pembangunan. Ia mendorong pemerintah dan pemangku kepentingan untuk mendengar aspirasi anak, melindungi hak-haknya, dan memberikan kesempatan kepada mereka untuk berkembang sesuai potensi.

“Pada Hari Anak Nasional ini, mari kita jadikan anak-anak bukan sekadar objek pembangunan, tetapi subjek yang harus didengar, dilindungi, dan dipersiapkan menjadi generasi yang berakhlak, sehat, cerdas, tangguh, serta siap membawa Jawa Timur dan Indonesia menuju masa depan yang lebih baik,” pungkasnya.

Lilik berharap peringatan Hari Anak Nasional 2026 menjadi momentum untuk memperkuat komitmen bersama dalam membangun keluarga yang tangguh. Dengan dukungan keluarga dan lingkungan yang aman, anak-anak diharapkan mampu menghadapi tantangan zaman dan tumbuh menjadi generasi penerus yang berkualitas.(Fajar)

Berita Terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *