9 Agustus 2026

Jacob Ereste Dorong Demokrasi Berkarakter Indonesia Melalui Musyawarah Mufakat

Foto: Jacob Ereste mengajak memperkuat demokrasi Indonesia melalui musyawarah mufakat, gotong royong, dan semangat persatuan.

kawankitanews.web.id  – Pengamat sosial, politik, dan budaya Jacob Ereste mengajak seluruh elemen bangsa memperkuat demokrasi yang berkarakter Indonesia dengan menjadikan musyawarah mufakat sebagai landasan utama dalam pengambilan keputusan.

Dalam tulisan yang disampaikan dari Banten pada 27 Juni 2026, Jacob menilai demokrasi Indonesia akan semakin kokoh apabila mengedepankan nilai-nilai kebersamaan, persatuan, gotong royong, serta etika dalam kehidupan berbangsa dan bernegara.

Menurut Jacob, demokrasi tidak hanya berbicara mengenai mekanisme pemungutan suara, tetapi juga harus menjamin keterbukaan informasi, kebebasan menyampaikan kritik, serta ruang yang luas bagi masyarakat untuk melakukan pengawasan terhadap jalannya pemerintahan.

Ia menegaskan bahwa setiap pejabat publik, khususnya pemimpin nasional, harus menjalankan amanah dengan mengedepankan kecerdasan intelektual yang berpadu dengan kecerdasan spiritual. Menurutnya, perpaduan kedua aspek tersebut akan melahirkan kebijakan yang berpihak kepada kepentingan rakyat dan tetap berlandaskan etika.

Jacob juga mengingatkan bahwa lembaga perwakilan rakyat memiliki tanggung jawab besar dalam mengawal aspirasi masyarakat. Karena itu, ia berharap parlemen menjalankan fungsi legislasi, pengawasan, dan penganggaran secara optimal serta tetap menjaga integritas dalam setiap pengambilan keputusan.

Selain itu, Jacob menilai demokrasi tidak boleh dilepaskan dari nilai moral dan kepatuhan terhadap hukum. Ia mengingatkan bahwa setiap kebijakan publik harus dapat diawasi dan dievaluasi agar tidak menyimpang dari tujuan utama, yaitu mewujudkan kesejahteraan masyarakat.

Dalam pandangannya, musyawarah mufakat merupakan ciri khas demokrasi Indonesia yang harus terus dipertahankan. Ia meyakini proses tersebut mampu membangun rasa memiliki dan tanggung jawab bersama terhadap setiap keputusan yang dihasilkan.

“Musyawarah mufakat mencerminkan semangat kekeluargaan yang telah lama menjadi bagian dari budaya bangsa Indonesia. Nilai ini harus terus dijaga sebagai fondasi demokrasi nasional,” tulis Jacob.

Ia juga menyoroti pentingnya semangat gotong royong sebagai kekuatan sosial yang mampu menjaga persatuan di tengah keberagaman suku, agama, bahasa, dan budaya. Menurutnya, keberagaman bukan menjadi penghalang, melainkan modal utama untuk membangun Indonesia yang lebih kuat dan harmonis.

Jacob menegaskan bahwa demokrasi berkarakter Indonesia harus bertumpu pada kebersamaan, saling menghormati, dan semangat persatuan. Dengan menghidupkan kembali budaya musyawarah mufakat dan gotong royong, ia optimistis demokrasi Indonesia akan semakin matang serta mampu menghadirkan kemaslahatan bagi seluruh rakyat.(Kontributor Yacob)

Berita Terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *