17 April 2026

Dugaan Peluru Nyasar, Pasmar 2 Melakukan Investigasi dan Penanganan Terbaik Bagi Korban

Kawankitanews.web.id– Pasukan Marinir 2 (Pasmar 2) Surabaya bergerak cepat melakukan investigasi terkait dugaan insiden peluru nyasar yang menimpa siswa di salah satu SMP Negeri di Kabupaten Gresik, Jawa Timur.

Selain mengusut kasus, Pasmar 2 juga memberikan penanganan terbaik bagi korban.

Komandan Pasmar 2, Mayjen TNI (Mar) Oni Junianto, menegaskan pihaknya terus melakukan penyelidikan secara menyeluruh dengan mengedepankan uji teknis dan pelibatan ahli.

“Kasus ini masih kami dalami. Kami akan melakukan uji balistik dan uji tembak untuk memastikan sumber serta jangkauan proyektil,” ujarnya.

Pasmar 2 saat ini memperkuat proses investigasi dengan mengumpulkan seluruh data teknis di lapangan.

Tim investigasi juga menganalisis kemungkinan asal tembakan dengan melibatkan ahli balistik independen guna memastikan hasil yang objektif dan terukur.

Selain investigasi, Pasmar 2 juga langsung memberikan penanganan kepada korban. Pihaknya menanggung perawatan medis,

memberikan bantuan pengobatan lanjutan, serta menyalurkan santunan sebagai bentuk tanggung jawab kemanusiaan.

Pasmar 2 juga menjalin komunikasi intensif dengan pihak keluarga korban untuk memastikan seluruh proses penanganan berjalan transparan dan berkelanjutan.

Dalam upaya memperkuat analisis teknis, Pasmar 2 turut menggandeng PT Pindad (Persero).

Kerja sama ini dilakukan untuk mendukung uji balistik dan memastikan akurasi data senjata yang digunakan dalam kegiatan latihan.

Sementara itu, proses hukum tetap berjalan melalui Polisi Militer Komando Daerah Angkatan Laut (Pom Kodaeral V).

Pasmar 2 menyatakan siap mengikuti seluruh proses hukum dan menghormati langkah yang ditempuh pihak korban.

Insiden ini terjadi saat kegiatan sekolah berlangsung pada Rabu (17/12/2025). Dua siswa, DF (14) dan RO (15), menjadi korban dalam peristiwa tersebut dan segera dilarikan ke rumah sakit untuk mendapatkan perawatan medis intensif.

Pasmar 2 menegaskan komitmennya untuk menuntaskan kasus ini secara transparan

serta mengevaluasi seluruh prosedur latihan agar kejadian serupa tidak terulang di masa mendatang(red)

Berita Terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *