Forum Publik Dinilai Tak Sehat, Rocky Gerung Dorong Dialog Rasional dan Terbuka

Keterangan foto:Rocky Gerung dorong dialog rasional, kritik forum publik yang dinilai tidak sehat.
Keterangan Foto:Rocky Gerung dorong dialog rasional, kritik forum publik yang dinilai tidak sehat.

kawankitanews.web.id — Kualitas forum publik di Indonesia mendapat sorotan tajam. Pengamat politik Rocky Gerung menilai banyak ruang diskusi tidak lagi berjalan sehat karena peserta lebih mementingkan kemenangan argumen dibanding pencarian kebenaran bersama.

Ia menegaskan bahwa diskusi seharusnya menjadi ruang pertukaran gagasan yang berbasis akal sehat. Dalam pandangannya, dialog yang sehat tidak hanya menuntut kemampuan menyampaikan argumen, tetapi juga kesiapan untuk mendengar dan menerima pandangan orang lain.

Namun, realitas di lapangan menunjukkan sebaliknya. Banyak forum publik justru diwarnai sikap saling mendominasi, bahkan cenderung mengabaikan etika berdiskusi. Peserta sering kali berbicara tanpa benar-benar mendengarkan, sehingga diskusi berubah menjadi ajang pembenaran diri.

Rocky Gerung menyebut kondisi ini sebagai gejala menurunnya kualitas berpikir rasional di ruang publik. Ia menilai tekanan sosial dan politik turut memengaruhi cara masyarakat berdialog, sehingga akal sehat kerap terpinggirkan.

Melalui berbagai kegiatan diskusi dan “safari filsafat”, ia aktif mendorong masyarakat untuk kembali mengedepankan logika dan nalar kritis. Upaya tersebut, menurutnya, penting untuk membangun tradisi dialog yang terbuka dan konstruktif.

Sejumlah kalangan menilai, melemahnya budaya diskusi sehat juga berdampak pada tata kelola negara. Ketika ruang kritik tidak berjalan optimal, kebijakan publik berpotensi kehilangan kontrol sosial yang seharusnya dijaga oleh masyarakat.

Selain itu, dominasi kepentingan politik dan ekonomi dinilai semakin mempersempit ruang dialog yang objektif. Kondisi ini memicu kekhawatiran akan menurunnya kualitas demokrasi jika tidak segera diperbaiki.

Karena itu, Rocky Gerung mengajak seluruh elemen masyarakat untuk membangun kembali tradisi diskusi yang rasional dan terbuka. Ia menekankan bahwa perbedaan pendapat bukanlah ancaman, melainkan bagian penting dari proses menemukan solusi terbaik bagi bangsa.

Di tengah berbagai tantangan yang dihadapi, dialog yang sehat dinilai menjadi kunci untuk keluar dari kebuntuan. Publik pun berharap ruang-ruang diskusi dapat kembali berfungsi sebagai sarana mencari kebenaran, bukan sekadar arena memenangkan perdebatan.(Kontributor banten yacob)

Berita Terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *