kawankitanews.web.id– Nusantara Youth Institute (NYI) merespons positif langkah pemerintah dalam memperluas program hilirisasi nasional ke berbagai sektor strategis. Kebijakan ini dinilai mampu memperkuat struktur ekonomi sekaligus meningkatkan nilai tambah komoditas dalam negeri.
Direktur Eksekutif NYI, Lingga Pangayumi Nasution, menegaskan bahwa perluasan hilirisasi menunjukkan komitmen kuat pemerintah dalam mendorong transformasi ekonomi Indonesia.
“Kebijakan ini tidak hanya berfokus pada sektor energi dan mineral, tetapi juga menyentuh sektor pertanian dan perikanan yang dekat dengan masyarakat. Ini langkah strategis untuk memperkuat ekonomi kerakyatan,” ujarnya.
Dukungan tersebut menguat setelah pertemuan antara Presiden Prabowo Subianto dengan Menteri Investasi dan Hilirisasi/Kepala BKPM, Rosan Roeslani, yang membahas percepatan implementasi hilirisasi di berbagai wilayah Indonesia.
Dalam keterangannya, Rosan menyebut pemerintah akan mengembangkan program hilirisasi di 13 lokasi strategis. Investasi akan difokuskan pada sektor waste to energy, sumber daya mineral, industri agrikultur, sektor padat karya, hingga industri garmen.
Menurut Lingga, arah kebijakan tersebut menjadi bukti bahwa pemerintah berupaya menciptakan ekosistem industri yang terintegrasi dari hulu hingga hilir. Ia menilai langkah ini penting untuk meningkatkan daya saing Indonesia di tengah ketatnya persaingan global.
“Hilirisasi harus menjadi fondasi pembangunan ekonomi ke depan. Dengan memperkuat sektor strategis, Indonesia dapat mengurangi ketergantungan pada ekspor bahan mentah dan beralih ke produk bernilai tambah tinggi,” tegasnya.
Sementara itu, Rosan optimistis bahwa perluasan hilirisasi akan mampu menarik investasi berkualitas serta membuka peluang kerja yang luas bagi masyarakat. Ia juga menilai kebijakan ini akan mempercepat pertumbuhan industri nasional secara merata di berbagai daerah.
Dengan dukungan dari berbagai pihak, termasuk kalangan pemuda dan lembaga riset seperti NYI, program hilirisasi nasional diharapkan mampu menjadi motor penggerak ekonomi sekaligus membawa Indonesia menuju kemandirian industri yang berkelanjutan. (Red)

