kawankitanews.web.id – Pentas Ludruk Besutan bertajuk Sambang Putu di Rumah Sanggar Ilalang, Desa Karangnongko, Kecamatan Ngronggot, Kabupaten Nganjuk, Sabtu (25/4),
menjadi ajang edukasi budaya yang melibatkan generasi muda secara aktif. Pertunjukan yang digagas Meijono (Meimura) ini berhasil menghadirkan suasana akrab sekaligus sarat pembelajaran.
Sejak awal acara, anak-anak mengambil peran penting di atas panggung.
Mereka membaca puisi, menampilkan monolog, hingga berinteraksi langsung dengan tokoh Besut dalam dialog spontan. Keterlibatan tersebut menciptakan pengalaman belajar yang menyenangkan dan tidak menggurui.
Sanggar Ilalang yang dipimpin Agus R. Soebagyo secara konsisten membina anak-anak dari berbagai usia.
Melalui pelatihan teater, puisi, dan seni peran, sanggar ini mendorong anak-anak tampil percaya diri sekaligus memahami nilai-nilai budaya lokal.
Dalam pertunjukan ini, Meimura memerankan Besut sebagai figur yang dekat dengan anak-anak.
Ia membangun komunikasi hangat melalui humor dan cerita, sekaligus mengenalkan unsur-unsur ludruk seperti tari remo, kidungan, dan lawakan. Pendekatan ini membuat anak-anak lebih mudah memahami dan mencintai kesenian tradisional.
Anak-anak juga membawakan puisi karya penyair nasional seperti Taufik Ismail, Sutardji Calzoum Bachri, dan Sapardi Djoko Damono dengan penuh penghayatan.
Penampilan mereka menunjukkan bahwa generasi muda mampu mengapresiasi karya sastra sekaligus tampil di ruang publik dengan percaya diri.
Sebagai bentuk penghargaan, para peserta menerima buku karya Henri Nurcahyo yang diserahkan langsung kepada anak-anak yang tampil.
Dalam sesi diskusi, Autar Abdillah menegaskan bahwa ludruk memiliki peran penting sebagai media edukasi sosial.
Ia menilai kegiatan seperti ini mampu mengurangi ketergantungan anak pada gawai sekaligus memperkuat interaksi sosial di tengah masyarakat.
Program “Jajah Deso Milangkori” yang diinisiasi Meimura merupakan bagian dari pemberdayaan ruang publik oleh Kementerian Kebudayaan RI di sejumlah kota di Jawa Timur.
Program ini bertujuan mendekatkan kesenian tradisional dengan masyarakat, khususnya generasi muda.
Melalui pentas ini, Ludruk Besutan tidak hanya menghadirkan hiburan, tetapi juga menjadi sarana pembelajaran budaya yang efektif.
Keterlibatan aktif anak-anak membuktikan bahwa tradisi dapat diwariskan dengan cara yang kreatif, komunikatif, dan relevan dengan perkembangan zaman. (Geng)

