Uji Coba Zona Labuh 2 di Tanjung Perak, Strategi Baru Percepat Layanan Kapal

Langkah ini menjadi inovasi penting dalam menjawab tantangan kepadatan arus kapal di Pelabuhan Tanjung Perak, sekaligus meningkatkan efisiensi operasional.
Langkah ini menjadi inovasi penting dalam menjawab tantangan kepadatan arus kapal di Pelabuhan Tanjung Perak, sekaligus meningkatkan efisiensi operasional.

KAWANKITANEWS.WEB.ID//, 25 April 2026 — Transformasi layanan kepelabuhanan kembali diperkuat melalui kolaborasi antara KSOP Utama Tanjung Perak Surabaya dan PT Terminal Teluk Lamong (TTL).

Keduanya menggelar uji coba penataan Zona Labuh 2 sebagai bagian dari implementasi program Express Anchorage Zone Service (EAZI), yang dirancang untuk mengurangi waktu tunggu kapal sebelum sandar.

Langkah ini menjadi inovasi penting dalam menjawab tantangan kepadatan arus kapal di Pelabuhan Tanjung Perak, sekaligus meningkatkan efisiensi operasional.

Dalam skema baru, kapal yang akan bersandar—khususnya dengan ukuran di atas 4000 GT dan panjang hingga 150 meter—tidak lagi harus menunggu lama di area labuh luar. Sebagai gantinya, kapal diarahkan ke titik labuh yang telah diatur melalui sistem penjadwalan terintegrasi.

Uji coba perdana dilakukan di Terminal Petikemas Nilam sebagai proyek percontohan, dengan rencana pengembangan ke Terminal Petikemas Berlian. Kapal MV Minas Baru menjadi yang pertama merasakan skema baru ini, mulai dari proses kedatangan hingga sandar.

Seluruh mekanisme layanan didukung sistem digital seperti Inaportnet, yang terhubung dengan Portal Perak Extended milik KSOP serta platform Phinisi dari Pelindo. Integrasi ini memungkinkan perencanaan kedatangan kapal dilakukan lebih akurat, termasuk estimasi waktu tiba (ETA) hingga waktu sandar.

Hasil awal menunjukkan dampak yang cukup signifikan. Jika sebelumnya kapal harus menunggu antara 4 hingga 6 jam, kini waktu tunggu dapat ditekan menjadi sekitar 2 jam atau bahkan lebih singkat.

Selain efisiensi waktu, sistem ini juga dinilai mampu meningkatkan keselamatan pelayaran dengan mengurangi kepadatan lalu lintas kapal di area alur pelabuhan.

Dalam simulasi operasional, MV Minas Baru tiba di area Karang Jamuang menjelang siang hari dan kemudian diarahkan menuju Zona Labuh 2 untuk menunggu giliran sandar.

Proses menunggu berlangsung sekitar satu jam sebelum kapal melakukan manuver sandar sesuai jadwal yang telah ditentukan. Pola ini menunjukkan koordinasi yang lebih terstruktur antara kedatangan kapal dan kesiapan dermaga.

Kepala KSOP Utama Tanjung Perak menilai program ini efektif dalam meningkatkan keteraturan penempatan kapal serta mempercepat layanan di pelabuhan.

Keberhasilan tersebut tidak lepas dari sinergi berbagai pihak, mulai dari otoritas pelabuhan, pandu, Vessel Traffic Service (VTS), hingga operator terminal.

Sementara itu, pihak Terminal Petikemas Nilam menyebut penataan zona labuh sebagai langkah strategis dalam memperkuat kualitas layanan. Tidak hanya meningkatkan efisiensi, tetapi juga memberikan kepastian waktu dan keamanan bagi pengguna jasa.

Ke depan, hasil evaluasi dari uji coba ini akan menjadi dasar penyempurnaan sistem sebelum diterapkan secara luas di pelabuhan-pelabuhan utama lainnya. Implementasi penuh EAZI diharapkan mampu mendorong daya saing logistik nasional, sekaligus mempercepat arus distribusi barang di Indonesia.

Dengan pendekatan yang lebih terintegrasi dan berbasis digital, Pelabuhan Tanjung Perak kini bergerak menuju sistem layanan yang lebih modern, responsif, dan efisien.

Berita Terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *