8 Agustus 2026

Tim Gabungan Perketat Pengawasan Kawasan TNGM, Antisipasi Kebakaran Hutan Saat Kemarau

Keterangan foto: Tim gabungan melaksanakan patroli terpadu di kawasan Taman Nasional Gunung Merapi untuk mengantisipasi kebakaran hutan dan lahan saat musim kemarau.

kawankitanews.web.id – Tim gabungan yang terdiri atas Babinsa Koramil 06/Cepogo Kodim 0724/Boyolali, Bhabinkamtibmas Polsek Cepogo, petugas Taman Nasional Gunung Merapi (TNGM), dan Polisi Kehutanan (Polhut) memperketat pengawasan kawasan TNGM untuk mengantisipasi kebakaran hutan dan lahan (karhutla) selama musim kemarau, Sabtu (4/7/2026).

Patroli terpadu dilaksanakan di kawasan Taman Nasional Gunung Merapi, Desa Wonodoyo, Kecamatan Cepogo, Kabupaten Boyolali. Tim menyisir sejumlah titik yang dinilai memiliki tingkat kerawanan tinggi, seperti jalur pendakian, kawasan wisata alam, serta area hutan yang berpotensi menjadi lokasi munculnya titik api.

Selain melakukan pemantauan, tim gabungan juga memberikan sosialisasi kepada masyarakat dan pengunjung mengenai pentingnya menjaga kelestarian kawasan hutan. Mereka mengimbau agar tidak membakar sampah, menyalakan api unggun tanpa pengawasan, maupun membuang puntung rokok sembarangan yang dapat memicu kebakaran.

Babinsa Koramil 06/Cepogo, Serka Aris Mahmud, mengatakan bahwa patroli terpadu merupakan langkah pencegahan yang terus dilakukan untuk mengurangi risiko terjadinya karhutla. Menurutnya, kerja sama antara TNI, Polri, TNGM, Polhut, dan masyarakat sangat penting dalam menjaga kawasan konservasi tetap aman.

“Kami mengajak seluruh masyarakat untuk ikut menjaga hutan dengan tidak melakukan aktivitas yang berpotensi menimbulkan kebakaran. Kesadaran bersama menjadi kunci utama dalam melindungi kawasan Gunung Merapi selama musim kemarau,” ujar Serka Aris Mahmud.

Selama patroli berlangsung, tim memeriksa sejumlah lokasi yang menjadi fokus pengawasan. Hasil pemantauan menunjukkan kondisi kawasan Taman Nasional Gunung Merapi masih aman dan tidak ditemukan adanya indikasi kebakaran hutan maupun lahan.

Meski demikian, tim gabungan akan terus meningkatkan intensitas patroli dan pengawasan sebagai langkah antisipasi terhadap meningkatnya potensi kebakaran saat cuaca kering. Masyarakat juga diminta segera melaporkan kepada petugas apabila menemukan titik api atau aktivitas mencurigakan di kawasan hutan.

Melalui pengawasan yang dilakukan secara rutin, tim gabungan berharap risiko kebakaran hutan dapat ditekan sehingga kelestarian ekosistem Taman Nasional Gunung Merapi tetap terjaga. Sinergi antara aparat dan masyarakat diharapkan menjadi kekuatan utama dalam melindungi kawasan konservasi dari ancaman karhutla.(Red)

Berita Terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *