8 Agustus 2026

Terminal Teluk Lamong dan BRIN Kolaborasi Riset Keanekaragaman Hayati untuk Perkuat ESG

Keterangan foto: Tim BRIN bersama PT Terminal Teluk Lamong melakukan riset keanekaragaman hayati untuk memperkuat implementasi ESG di kawasan pelabuhan.

Kawankitanews.web.id – PT Terminal Teluk Lamong (TTL) memperkuat komitmennya terhadap pelestarian lingkungan dengan menggandeng Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) Kebun Raya Purwodadi untuk melaksanakan riset keanekaragaman hayati di kawasan terminal. Kolaborasi ini menjadi langkah strategis dalam mendukung implementasi prinsip Environmental, Social, and Governance (ESG) sekaligus menjaga keberlanjutan ekosistem pesisir.

Riset yang berlangsung sejak pertengahan Juli hingga Agustus 2026 tersebut menggunakan pendekatan berbasis sains (science-based framework). Tim peneliti memusatkan kajian pada inventarisasi vegetasi, analisis ekologi, pengukuran daya adaptasi tanaman, serta pemetaan kondisi lingkungan sebagai dasar penyusunan strategi pengelolaan kawasan hijau di Terminal Petikemas Teluk Lamong.

Ketua Tim Riset BRIN Kebun Raya Purwodadi di Terminal Teluk Lamong, Sugeng Budiharta, mengatakan kerja sama ini menunjukkan sinergi yang kuat antara lembaga riset dan sektor industri dalam menjaga kelestarian lingkungan.

Menurut Sugeng, penelitian tersebut tidak hanya menghasilkan data ilmiah mengenai kondisi ekologis kawasan terminal, tetapi juga menjadi wujud kepedulian bersama untuk melestarikan keanekaragaman hayati di kawasan pesisir yang berdampingan dengan aktivitas kepelabuhanan.

Pada tahap awal, tim BRIN melakukan inventarisasi dan pemetaan berbagai jenis vegetasi yang tumbuh di kawasan Terminal Petikemas Teluk Lamong. Pendataan tersebut bertujuan mengetahui tingkat keanekaragaman spesies, kerapatan vegetasi, serta kondisi habitat yang mendukung keberlangsungan flora pesisir.

Selanjutnya, tim peneliti mengambil sampel daun dan ranting untuk dianalisis karakter ekofisiologinya. Pengujian meliputi pengukuran bobot basah, dokumentasi Leaf Area (LA), hingga analisis anatomi daun guna mengetahui kemampuan tanaman beradaptasi terhadap tingkat salinitas dan kondisi lingkungan pesisir.

Selain melakukan penelitian terhadap vegetasi daratan, BRIN juga mengukur sejumlah parameter iklim mikro, seperti suhu udara, kelembapan, intensitas cahaya, dan kecepatan angin. Penelitian kemudian diperluas ke kawasan mangrove dengan mengamati kesehatan vegetasi pesisir serta menganalisis sampel tanah untuk mengetahui kandungan unsur hara dan daya dukung habitat.

Direktur Operasi PT Terminal Teluk Lamong, Muhammad Syukur, menegaskan bahwa hasil penelitian tersebut akan menjadi dasar ilmiah dalam memperkuat implementasi ESG di lingkungan perusahaan.

Ia menjelaskan, data yang diperoleh dari hasil riset akan membantu perusahaan menyusun kebijakan pengelolaan lingkungan yang lebih tepat sasaran. Terminal Teluk Lamong juga berkomitmen memastikan setiap aktivitas operasional pelabuhan tetap berjalan seiring dengan upaya menjaga kelestarian ekosistem pesisir.

Muhammad Syukur menambahkan, hasil pemetaan vegetasi dan analisis kondisi tanah akan dimanfaatkan untuk merancang pengembangan ruang hijau (green landscape) yang mampu mendukung habitat flora pesisir. Sementara itu, kajian anatomi dan ekofisiologi tanaman akan menjadi acuan dalam menentukan jenis vegetasi yang memiliki daya adaptasi terbaik terhadap perubahan iklim mikro dan kadar salinitas di kawasan terminal.

Melalui kolaborasi dengan BRIN, PT Terminal Teluk Lamong berharap dapat menciptakan keseimbangan antara aktivitas operasional pelabuhan dan upaya konservasi lingkungan. Langkah tersebut sekaligus memperkuat posisi Terminal Teluk Lamong sebagai pelabuhan yang menerapkan prinsip ESG secara konsisten serta mendukung terciptanya kawasan kerja yang hijau, sehat, dan berkelanjutan bagi lingkungan maupun masyarakat sekitar.(Red)

Berita Terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *