8 Agustus 2026

Sekolah Ramah Anak Jadi Prioritas, Pemkot Kediri Gencarkan Edukasi Pencegahan Kekerasan

Keterangan foto: Dinas Pendidikan Kota Kediri menggelar sosialisasi pencegahan kekerasan untuk memperkuat budaya sekolah ramah anak di seluruh satuan PAUD.

kawankitanews.web.id – Pemerintah Kota Kediri terus memperkuat komitmennya dalam mewujudkan sekolah ramah anak melalui edukasi pencegahan kekerasan di lingkungan pendidikan. Upaya tersebut diwujudkan dengan menggelar Sosialisasi dan Advokasi Pencegahan dan Penanganan Kekerasan di Satuan Pendidikan yang diinisiasi Dinas Pendidikan Kota Kediri di Aula Ki Hajar Dewantara, Rabu (29/7/2026).

Kegiatan tersebut diikuti 230 kepala sekolah Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) negeri dan swasta se-Kota Kediri. Melalui sosialisasi ini, Pemerintah Kota Kediri memperkuat pemahaman tenaga pendidik agar mampu menciptakan lingkungan belajar yang aman, nyaman, inklusif, dan bebas dari segala bentuk kekerasan.

Kepala Dinas Pendidikan Kota Kediri, Mandung Sulaksono, mengatakan bahwa perlindungan terhadap anak harus menjadi prioritas seluruh satuan pendidikan. Menurutnya, guru memiliki peran penting dalam membangun suasana belajar yang positif sejak hari pertama anak memasuki lingkungan sekolah.

“Kasus kekerasan terhadap anak masih menjadi perhatian bersama. Karena itu, kami terus meningkatkan kapasitas guru dan kepala sekolah agar mampu mencegah sekaligus menangani berbagai bentuk kekerasan di lingkungan pendidikan. Harapan kami, seluruh sekolah di Kota Kediri benar-benar menjadi sekolah ramah anak,” ujarnya.

Mandung menjelaskan bahwa masa adaptasi peserta didik baru merupakan fase penting dalam membangun rasa aman dan nyaman bagi anak. Guru diharapkan mampu menghadirkan suasana yang hangat, menyenangkan, dan penuh perhatian sehingga anak memiliki pengalaman positif selama mengikuti proses pembelajaran.

Ia menilai kesan pertama yang baik akan membantu anak lebih mudah beradaptasi, meningkatkan semangat belajar, sekaligus mengurangi potensi munculnya konflik maupun tindakan kekerasan di sekolah.

Dalam kegiatan tersebut, peserta memperoleh materi dari Kepala Bidang Perlindungan Perempuan dan Anak DP3AP2KB Kota Kediri serta Ketua Forum Kediri Kota Sehat. Materi yang disampaikan meliputi strategi pencegahan kekerasan, mekanisme penanganan kasus, hingga pentingnya membangun kolaborasi lintas sektor dalam melindungi anak.

Pemerintah Kota Kediri juga terus memperkuat sistem penanganan apabila terjadi dugaan kekerasan di satuan pendidikan. Sekolah dapat melaporkan setiap kasus kepada pengawas sekolah untuk diteruskan kepada bidang terkait di Dinas Pendidikan sesuai jenjang pendidikan agar penanganannya berjalan cepat, tepat, dan sesuai prosedur.

Selain itu, Pemerintah Kota Kediri berencana mengaktifkan kembali Klinik Pendidikan sebagai pusat pendampingan bagi sekolah, guru, orang tua, dan peserta didik. Klinik tersebut akan melibatkan psikolog, guru Bimbingan dan Konseling (BK), serta tenaga pendidik guna memberikan solusi yang komprehensif terhadap berbagai persoalan pendidikan, termasuk kasus kekerasan terhadap anak.

Melalui berbagai langkah tersebut, Pemerintah Kota Kediri berharap budaya sekolah ramah anak semakin kuat di seluruh satuan pendidikan. Dengan dukungan tenaga pendidik, orang tua, dan masyarakat, setiap anak diharapkan dapat belajar, tumbuh, dan berkembang dalam lingkungan yang aman, nyaman, menyenangkan, serta bebas dari kekerasan dan diskriminasi.(Red)

Berita Terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *