Kawankita news.web.id – Tokoh pemuda Desa Dowora, Kecamatan Gane Barat Selatan, Said Jumat, S.Pd, menyoroti maraknya dugaan praktik pengeboman ikan di perairan setempat yang dinilai merusak ekosistem laut dan merugikan nelayan lokal.
Said Jumat menyatakan bahwa aktivitas destructive fishing tersebut diduga masih sering terjadi di wilayah perairan Desa Dowora dan telah menjadi pembicaraan di tengah masyarakat.
Ia menegaskan bahwa praktik pengeboman ikan bukanlah kejadian baru di kawasan tersebut.
“Ini sudah sering terjadi dan sangat meresahkan masyarakat. Selain merugikan nelayan, juga merusak ekosistem laut,” ujarnya kepada wartawan melalui pesan WhatsApp, Minggu (12/4/2026).
Ia menduga aktivitas tersebut dilakukan oleh sejumlah kelompok tertentu dan berlangsung berulang kali tanpa pengawasan maksimal.
Kondisi ini, menurutnya, perlu mendapat perhatian serius dari aparat penegak hukum.
Said Jumat juga meminta Kapolda Maluku Utara untuk mempertimbangkan pembentukan posko Polairud di wilayah perairan Desa Dowora guna memperkuat pengawasan laut.
Ia menilai keterbatasan personel di tingkat Polsek Gane Barat Selatan menjadi kendala dalam melakukan patroli di wilayah perairan yang cukup luas dan berbatasan dengan daerah lain.
Selain itu, Said mendorong aparat penegak hukum meningkatkan patroli laut serta menindak tegas pelaku pengeboman ikan demi menjaga kelestarian sumber daya laut dan keberlangsungan hidup nelayan pesisir.

