8 Agustus 2026

PT Terminal Teluk Lamong Tambah Alat Ramah Lingkungan untuk Perkuat Kinerja TPK Nilam

Peralatan bongkar muat berbasis tenaga listrik tersebut tiba di Surabaya menggunakan kapal MV Spring Shine pada awal Agustus 2026 sebagai bagian dari upaya modernisasi layanan terminal

Kawankitanews.web.id Surabaya – PT Terminal Teluk Lamong (TTL) terus melakukan penguatan infrastruktur operasional dengan menambah satu unit Electric Rubber Tyred Gantry (E-RTG) di Terminal Petikemas (TPK) Nilam.

Peralatan bongkar muat berbasis tenaga listrik tersebut tiba di Surabaya menggunakan kapal MV Spring Shine pada awal Agustus 2026 sebagai bagian dari upaya modernisasi layanan terminal.

Penambahan E-RTG menjadi salah satu langkah strategis perusahaan dalam meningkatkan kapasitas penanganan peti kemas sekaligus mempercepat transformasi menuju terminal yang lebih efisien, modern, dan berwawasan lingkungan.

Berbeda dengan alat konvensional berbahan bakar diesel, E-RTG memanfaatkan energi listrik sehingga mampu menekan emisi sekaligus meningkatkan produktivitas operasional.

Direktur Operasi PT Terminal Teluk Lamong, Muhammad Syukur, mengatakan investasi tersebut merupakan bentuk komitmen perusahaan dalam menghadirkan infrastruktur yang lebih andal untuk menjawab kebutuhan pengguna jasa yang terus berkembang.

Menurutnya, modernisasi peralatan tidak hanya meningkatkan kesiapan operasional terminal, tetapi juga mendukung agenda transformasi Pelindo melalui penerapan teknologi yang lebih ramah lingkungan, aman, dan efisien.

E-RTG yang didatangkan memiliki kapasitas angkat hingga 40 ton dengan kemampuan melakukan penumpukan peti kemas satu di atas enam kontainer (1 over 6).

Kehadiran alat ini diharapkan mampu memperkuat aktivitas bongkar muat di lapangan penumpukan TPK Nilam setelah seluruh proses instalasi, pengujian, dan commissioning selesai dilakukan.

Sementara itu, Terminal Head TPK Nilam, Retno Pujianto, menjelaskan bahwa tambahan E-RTG akan memberikan dampak signifikan terhadap peningkatan produktivitas pelayanan.

Alat tersebut diproyeksikan mulai beroperasi pada awal Oktober 2026 setelah seluruh tahapan persiapan selesai.

Ia menambahkan, modernisasi peralatan ini akan mempercepat proses penanganan peti kemas sehingga pelanggan memperoleh layanan yang lebih cepat, aman, dan andal.

Melalui pengembangan infrastruktur serta pemanfaatan teknologi rendah emisi, PT Terminal Teluk Lamong menegaskan komitmennya untuk terus menghadirkan layanan kepelabuhanan yang unggul.

Langkah ini sekaligus mendukung terciptanya ekosistem logistik nasional yang lebih efisien, berdaya saing, dan berkelanjutan. ( Red)

Berita Terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *