9 Agustus 2026

PP AlAqsho Tahfidzul Qur’an Grobogan Wisuda 25 Khotimin dan Khotimat, Hafiz 30 Juz Diganjar Umrah

Foto: PP AlAqsho Tahfidzul Qur'an Grobogan mewisuda 25 khotimin dan khotimat pada Haflah Khotmil Qur'an VIII, dengan dua hafiz 30 juz menerima penghargaan istimewa.

kawankitanews.web.id – Pondok Pesantren (PP) AlAqsho Tahfidzul Qur’an Putat, Purwodadi, Kabupaten Grobogan, Jawa Tengah, menggelar Haflah Khotmil Qur’an VIII sekaligus mewisuda 25 khotimin dan khotimat di Grand Master Purwodadi, Sabtu (27/6/2026).

Acara berlangsung khidmat dan menjadi momentum apresiasi atas keberhasilan para santri dalam menyelesaikan hafalan Al-Qur’an.

Kegiatan yang dimulai pukul 07.30 WIB itu dihadiri Pendiri PP AlAqsho KH Moch. Farchan Ali Imron, SH, Pengasuh PP AlAqsho KH Ahmad Misbahul Munir, AH, para kiai, dewan pengurus pondok, Kepala MAN 1 Grobogan H. Kasmuin, S.Ag., S.Pd., M.Pd., wali santri,

serta ratusan tamu undangan.
Rangkaian acara diawali dengan sesi foto keluarga santri dan santriwati,

kemudian dilanjutkan pembacaan ayat suci Al-Qur’an, tahlil, prosesi Haflah  Khotmil Qur’an, doa bersama, hingga penyerahan piagam penghargaan kepada seluruh peserta wisuda.

Sebanyak 25 santri dinyatakan lulus dalam Haflah Khotmil Qur’an VIII, terdiri atas tujuh santri putra dan 18 santri putri. Dari jumlah tersebut,

dua santri berhasil menyelesaikan hafalan Al-Qur’an 30 juz, yaitu Albir Fairuz Najiha asal Gubug dan Akhmad Fadli Tamam asal Boloh,

Kabupaten Grobogan. Keduanya mampu menuntaskan hafalan selama tiga tahun masa pendidikan di pondok.

Sebagai bentuk penghargaan atas prestasi tersebut, Pendiri PP AlAqsho KH Moch. Farchan Ali Imron memberikan hadiah istimewa kepada dua hafiz tersebut.

Satu santri memperoleh hadiah ibadah umrah yang dijadwalkan berangkat pada Jumat, 3 Juli 2026, sementara satu santri lainnya menerima hadiah berupa sebuah laptop karena kuota umrah hanya tersedia untuk satu orang.

Ketua panitia, Ustaz Burhanuddin, AH, dalam sambutannya menyampaikan rasa syukur atas suksesnya penyelenggaraan Haflah Khotmil Qur’an VIII. Ia juga mengucapkan terima kasih kepada seluruh pihak yang telah memberikan dukungan sehingga acara berlangsung lancar dan penuh kekhidmatan.

Kepala MAN 1 Grobogan, H. Kasmuin, menegaskan komitmen lembaganya untuk terus memperkuat kerja sama dengan PP AlAqsho.

Menurutnya, sinergi antara madrasah dan pondok pesantren sangat penting dalam membentuk generasi yang unggul dalam ilmu pengetahuan sekaligus memiliki karakter religius.

Perwakilan wali santri, Nyamin Sutedjo, S.Pd.I., memberikan apresiasi terhadap sistem pendidikan PP AlAqsho.

Ia menilai pondok tersebut memiliki keunikan karena tidak membebankan biaya pembangunan kepada santri serta membangun budaya kekeluargaan tanpa membedakan senior dan junior.

Menurutnya, Al-Qur’an harus menjadi pegangan hidup bagi setiap muslim agar memperoleh keselamatan di dunia dan akhirat.

Dalam sambutannya, KH Moch. Farchan Ali Imron menyampaikan bahwa para penghafal Al-Qur’an merupakan generasi pilihan yang memiliki tanggung jawab besar menjaga kemurnian kitab suci.

Ia juga mengungkapkan rencana pengembangan pondok melalui pembukaan program pembelajaran Bahasa Mandarin guna membekali santri menghadapi tantangan global.

Sementara itu, Pengasuh PP AlAqsho KH Ahmad Misbahul Munir, AH, berpesan agar para hafiz menjaga hafalan dengan membaca sedikitnya satu juz setiap hari.

Ia juga mengingatkan pentingnya riyadhah dan tirakat agar hafalan tetap kuat serta membawa keberkahan sepanjang hayat.

Mauidhoh hasanah disampaikan oleh Pengasuh Pondok Pesantren Al-Huda Godong, KH Misbah Udin, AH. Dalam tausiyahnya,

ia menjelaskan bahwa Al-Qur’an merupakan kalam Allah yang berasal dari Lauhul Mahfudz dan akan menjadi penolong bagi siapa pun yang membaca, menghafal, serta mengamalkannya.

Ia menambahkan, Al-Qur’an mampu mengangkat derajat para penghafalnya di akhirat, memberikan kemuliaan kepada kedua orang tua, serta menjadi cahaya yang menemani ahlul Qur’an sejak di alam kubur hingga hari kiamat.

KH Misbah Udin menutup tausiyahnya dengan mengajak seluruh santri agar selalu berbakti kepada orang tua dan menghormati guru.

Ia meneladankan sosok KH Hasyim Asy’ari yang dikenal memiliki adab luar biasa kepada gurunya, KH Kholil Bangkalan.

Menurutnya, keberhasilan seorang penuntut ilmu tidak hanya ditentukan oleh kecerdasan, tetapi juga oleh akhlak, adab, dan kedekatan dengan Al-Qur’an.

Melalui Haflah Khotmil Qur’an VIII, PP AlAqsho Tahfidzul Qur’an kembali menunjukkan komitmennya dalam mencetak generasi Qurani yang berakhlak mulia, berprestasi, serta siap mengabdikan ilmunya bagi agama, bangsa, dan masyarakat.(Zamroni)

Berita Terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *