kawankitanews.web.id– Pembangunan talud penahan tanah di wilayah Kecamatan Kalijambe, Kabupaten Sragen, menjadi bukti nyata kuatnya semangat gotong royong yang masih terjaga di tengah masyarakat.
Dalam kegiatan tersebut, Babinsa Koramil 18/Kalijambe Kodim 0725/Sragen, Sertu Yono, bersama warga setempat bergotong royong mempercepat pembangunan talud guna memperkuat infrastruktur desa dan mencegah terjadinya longsor.
Kegiatan yang berlangsung pada Selasa (26/5/2026) itu menunjukkan sinergi yang erat antara TNI dan masyarakat dalam mendukung pembangunan di wilayah pedesaan.
Sejak pagi hari, warga bersama Babinsa turun langsung ke lokasi untuk mengerjakan berbagai tahapan pembangunan,
mulai dari mengangkut batu kali, mencampur material semen, hingga menyusun pondasi talud secara bersama-sama.
Sertu Yono mengatakan bahwa pembangunan talud sangat penting karena berfungsi menjaga kestabilan tanah di sekitar badan jalan.
Selain itu, keberadaan talud juga menjadi langkah antisipasi terhadap ancaman erosi dan longsor yang dapat merusak akses transportasi warga, terutama saat musim hujan.
“Melalui gotong royong, pekerjaan yang berat bisa diselesaikan dengan lebih cepat.
Kebersamaan seperti ini tidak hanya menghasilkan pembangunan yang bermanfaat, tetapi juga mempererat hubungan antara TNI dan masyarakat,” ujar Sertu Yono.
Menurutnya, pembangunan fasilitas umum yang dikerjakan secara swadaya akan menumbuhkan rasa memiliki di kalangan warga.
Dengan demikian, masyarakat akan lebih peduli dalam menjaga dan merawat hasil pembangunan demi kepentingan bersama.
Suasana kebersamaan tampak begitu kuat selama pelaksanaan kerja bakti. Warga dari berbagai kalangan ikut berpartisipasi dan saling membantu tanpa memandang perbedaan.
Semangat tersebut mencerminkan nilai-nilai gotong royong yang telah lama menjadi bagian dari kehidupan masyarakat desa.
Selain memperkuat infrastruktur, kegiatan kerja bakti juga menjadi sarana efektif untuk mempererat silaturahmi antarwarga.
Melalui kegiatan bersama, masyarakat dapat membangun komunikasi yang lebih baik sekaligus memperkuat rasa persaudaraan di lingkungan mereka.
Sertu Yono menegaskan bahwa keberhasilan pembangunan talud tidak lepas dari dukungan seluruh elemen masyarakat.
Ia menilai sinergi antara aparat kewilayahan, perangkat desa, pengurus RT/RW, dan warga menjadi faktor utama yang membuat pekerjaan berjalan lancar.
“Kerja sama yang solid antara TNI dan masyarakat menjadi modal penting dalam membangun desa.
Dengan semangat gotong royong, berbagai tantangan dapat dihadapi dan diselesaikan bersama,” katanya.
Warga berharap pembangunan talud tersebut mampu memberikan manfaat jangka panjang,
terutama dalam menjaga keamanan jalan desa dan melindungi lingkungan sekitar dari risiko kerusakan akibat erosi maupun longsor.
Melalui pembangunan talud di Kalijambe ini, TNI dan masyarakat kembali membuktikan bahwa budaya gotong royong masih menjadi kekuatan besar dalam mendukung pembangunan desa.
Kebersamaan yang terjalin tidak hanya menghasilkan infrastruktur yang lebih kokoh, tetapi juga memperkuat persatuan dan kepedulian sosial di tengah masyarakat.(Red)

