Kawankitanews.web.id– Polisi dari Satreskrim Polres Pelabuhan Tanjung Perak menangkap pelaku pencurian kendaraan bermotor (curanmor) yang sempat buron selama dua bulan setelah aksinya di kawasan Kalimas, Surabaya, viral melalui rekaman CCTV. Pelaku berinisial AJ (35) diamankan di kediamannya di Jalan Wonokusumo Jaya Baru pada Kamis (16/04/2026).
Petugas bergerak cepat setelah mengantongi identitas pelaku dari hasil penyelidikan dan analisis rekaman CCTV di lokasi kejadian. Polisi sebelumnya sempat melakukan pengejaran, namun tersangka melarikan diri karena mengetahui dirinya menjadi buronan.
Kasi Humas Polres Pelabuhan Tanjung Perak, Iptu Suroto, menjelaskan bahwa penangkapan berhasil dilakukan saat tersangka kembali ke rumahnya.
“Kami menangkap tersangka saat pulang ke rumah. Sebelumnya yang bersangkutan melarikan diri setelah aksinya viral di media sosial,” ujar Suroto, Sabtu (18/04/2026).
Peristiwa pencurian terjadi pada 28 Februari 2026 di Jalan Kalimas Udik. Saat itu, korban memarkirkan sepeda motor di depan rumah temannya dalam kondisi terkunci setir. Namun, ketika hendak pulang, kendaraan tersebut sudah tidak ada di tempat.
Korban bersama rekannya sempat melakukan pencarian, namun tidak membuahkan hasil. Rekaman CCTV di sekitar lokasi kemudian diunggah ke media sosial hingga menjadi viral dan memudahkan polisi dalam mengidentifikasi pelaku.
Menindaklanjuti laporan tersebut, Unit Jatanras Satreskrim Polres Pelabuhan Tanjung Perak langsung melakukan penyelidikan intensif. Polisi menelusuri jejak pelaku hingga akhirnya berhasil melakukan penangkapan tanpa perlawanan.
Dari hasil pemeriksaan, diketahui bahwa tersangka tidak beraksi sendirian. Ia menjalankan aksinya bersama rekannya berinisial Sinyo, yang kini telah diamankan oleh Polsek Dukuh Pakis dalam kasus serupa.
Polisi juga mengungkap bahwa AJ merupakan residivis kasus penipuan di wilayah Polsek Cerme serta diduga terlibat dalam pencurian sepeda motor di kawasan Jalan Demak, Surabaya.
Saat ini, penyidik masih terus mengembangkan kasus tersebut untuk mengungkap kemungkinan adanya tempat kejadian perkara lain serta jaringan pelaku curanmor yang lebih luas.
“Kami akan terus mendalami kasus ini untuk mengungkap jaringan dan kemungkinan TKP lain,” tegas Suroto.(Taufik)

