kawankitanews.web.id– Warganet ramai membandingkan pelayanan dua rumah sakit di Kota Palu setelah sebuah video pendek beredar luas di media sosial. Video tersebut menampilkan kondisi pelayanan yang berbeda antara rumah sakit milik pemerintah provinsi dan pemerintah kota.
Dalam salah satu video, suasana pelayanan di RSU Undata terlihat padat. Pasien mengantre cukup panjang dan alur pelayanan dinilai belum berjalan optimal. Kondisi ini memicu berbagai komentar dari netizen yang menyoroti manajemen pelayanan di rumah sakit tersebut.
Sebaliknya, video lain menunjukkan pelayanan di RSU Anutapura yang tampak lebih tertata. Petugas terlihat melayani pasien dengan cepat dan responsif, sehingga menciptakan kesan pelayanan yang lebih efektif.
Perbedaan visual ini langsung memicu diskusi luas di ruang digital. Banyak netizen mengaitkan kualitas pelayanan dengan kepemimpinan di masing-masing tingkat pemerintahan. Mereka menilai kebijakan, pengawasan, dan komitmen pimpinan daerah berpengaruh besar terhadap kualitas layanan publik.
Pengamat kebijakan publik menyebut fenomena ini sebagai bentuk evaluasi terbuka di era digital. Media sosial memungkinkan masyarakat membandingkan layanan secara langsung dan membentuk persepsi kolektif dalam waktu singkat.
Meski demikian, sejumlah pihak mengingatkan agar publik tidak menilai secara sepihak. Kapasitas rumah sakit, jumlah pasien, serta kondisi operasional dinilai turut memengaruhi kualitas pelayanan di lapangan.
Di sisi lain, viralnya video ini mendorong pemerintah daerah untuk melakukan evaluasi menyeluruh terhadap pelayanan kesehatan. Masyarakat kini menuntut layanan yang cepat, transparan, dan profesional sebagai bagian dari hak dasar mereka.
Hingga saat ini, belum ada keterangan resmi dari pihak terkait mengenai video yang beredar. Namun, perbincangan yang terus berkembang menunjukkan bahwa perhatian publik terhadap kualitas layanan kesehatan di Palu semakin meningkat.(Car/tim)

