11 Oktober 2026

Muktamar NU ke-35: Lima Calon Ketum PBNU Disetujui Rais Aam, AHWA Segera Bermusyawarah

Lima calon Ketum PBNU 2026-2031 dalam Muktamar NU ke-35 di Jombang.

Kawankitanews.web.id — Muktamar ke-35 Nahdlatul Ulama (NU) memasuki tahapan penting dalam pemilihan Ketua Umum Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) masa khidmah 2026-2031.

Rais Aam PBNU terpilih, KH Miftachul Akhyar, telah memberikan persetujuan terhadap lima calon Ketua Umum PBNU yang memenuhi persyaratan sesuai tata tertib pemilihan.

Persetujuan tersebut disampaikan setelah Pimpinan Sidang Pleno V menghadap langsung KH Miftachul Akhyar untuk memastikan lima nama calon Ketum PBNU memenuhi ketentuan yang berlaku dalam proses pemilihan.

Pimpinan Sidang Pleno V kemudian menyampaikan hasil tersebut kepada peserta Muktamar NU ke-35 yang berlangsung di Gedung Serba Guna KH Hasbullah Said, Tambakberas, Jombang, Senin (31/8/2026).

Lima Calon Ketum PBNU Disetujui Rais Aam
Pimpinan Sidang Pleno V, Prof H Ganefri, mengatakan KH Miftachul Akhyar menyetujui kelima calon Ketua Umum PBNU secara lisan maupun tertulis.

“Alhamdulillah, Rais Aam terpilih, sesuai dengan tata tertib pemilihan.

Setelah kami menghadap Rais Aam terpilih, kelima calon yang kita usulkan itu disetujui oleh Rais Aam secara lisan maupun secara tulisan,” kata Ganefri dalam Sidang Pleno V.

Dengan persetujuan tersebut, proses pemilihan Ketum PBNU tidak lagi berada pada tahap penjaringan calon.

Muktamar kini memasuki tahap musyawarah untuk menentukan sosok yang akan memimpin PBNU periode 2026-2031.

AHWA Segera Bermusyawarah Tentukan Ketum PBNU
Rais Aam terpilih bersama delapan anggota Ahlul Halli wal Aqdi (AHWA) Muktamar NU ke-35 akan menjalankan tahap berikutnya dengan bermusyawarah menentukan Ketua Umum PBNU.

Musyawarah tersebut berlangsung di Ndalem Kasepuhan Kiai Abdul Wahab Chasbullah, Tambakberas, Jombang, Jawa Timur, pada Senin (31/8/2026) pagi.

Ganefri berharap musyawarah Rais Aam dan delapan anggota AHWA segera menghasilkan nama Ketua Umum PBNU yang baru.

“Selanjutnya beliau-beliau itu (Rais Aam terpilih dan 8 AHWA) akan bermusyawarah untuk menentukan Ketum kita yang baru,” ujarnya.

Ganefri juga mengajak seluruh peserta Muktamar NU ke-35 mendoakan agar proses musyawarah berjalan lancar dan segera menghasilkan keputusan.

“Kita berharap 15 menit lebih cepat lebih baik,” kata Ganefri sembari mengetuk palu persidangan.

Lima Nama Masuk Tahap Penentuan
Lima calon Ketua Umum PBNU yang mendapat persetujuan Rais Aam terpilih sebelumnya memperoleh suara dalam proses penjaringan.

Berikut lima calon Ketum PBNU masa khidmah 2026-2031:

KH Abdul Hakim Mahfud atau Gus Kikin memperoleh 472 suara.

KH Zulfa Mustofa memperoleh 262 suara.

KH Abdussalam Sochib memperoleh 261 suara.

KH Yahya Cholil Staquf atau Gus Yahya memperoleh 258 suara.
KH Abdul Ghaffar Rozin atau Gus Rozin memperoleh 155 suara.

Kelima nama tersebut kini menunggu hasil musyawarah Rais Aam bersama delapan anggota AHWA.

Forum tersebut akan menentukan satu nama yang akan menjabat sebagai Ketua Umum PBNU masa khidmah 2026-2031.

Tahap ini menjadi salah satu bagian penting dalam rangkaian Muktamar NU ke-35 karena keputusan musyawarah AHWA akan menentukan kepemimpinan PBNU untuk lima tahun mendatang.

Berita Terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *