kawankitanews.web.idl– Masyarakat Anti Korupsi Indonesia (MAKI) Jawa Timur menegaskan bahwa Program Makan Bergizi Gratis (MBG) harus tetap dilindungi dan dijalankan, sementara setiap bentuk penyimpangan dalam pelaksanaannya wajib ditindak secara tegas tanpa menghentikan program tersebut.
Ketua MAKI Jatim, Heru Satriyo, menyampaikan bahwa MBG merupakan program strategis pemerintah yang memiliki dampak langsung terhadap peningkatan gizi masyarakat, khususnya anak-anak di berbagai daerah. Ia menekankan bahwa manfaat program tersebut tidak boleh terhenti hanya karena adanya persoalan di tingkat pelaksanaan.
MAKI Jatim mendorong aparat dan pihak terkait untuk memfokuskan penindakan terhadap oknum yang melakukan penyimpangan dalam distribusi maupun pengelolaan program. Lembaga ini menilai langkah tersebut lebih tepat dibandingkan menghentikan program yang sudah memberikan manfaat luas bagi masyarakat.
Heru Satriyo menegaskan bahwa penguatan pengawasan menjadi kunci agar pelaksanaan MBG berjalan sesuai tujuan. Ia juga meminta adanya sistem kontrol yang lebih transparan untuk memastikan seluruh proses distribusi dapat dipantau secara terbuka.
“Program ini harus dilindungi karena manfaatnya besar. Kalau ada penyimpangan, yang ditindak adalah pelakunya, bukan programnya,” ujarnya.
Selain itu, MAKI Jatim mengajak seluruh elemen masyarakat untuk ikut serta dalam mengawasi jalannya program pemerintah. Keterlibatan publik dinilai penting untuk memperkuat integritas pelaksanaan program serta mencegah potensi penyalahgunaan wewenang.
MAKI Jatim juga menegaskan komitmennya untuk tetap bersikap kritis-konstruktif terhadap kebijakan pemerintah, dengan tetap mendukung program yang berpihak kepada masyarakat luas.
Lembaga ini menilai bahwa keberhasilan MBG sangat bergantung pada sinergi antara pemerintah, aparat pengawas, dan partisipasi aktif masyarakat dalam menjaga transparansi serta akuntabilitas di lapangan.(Red)

