8 Agustus 2026

Lilik DPRD Jatim: Demokrasi yang Sehat Bergantung pada Partisipasi Aktif Masyarakat

Lilik Hendarwati mengajak masyarakat aktif mengawal demokrasi melalui partisipasi yang cerdas, kritis, dan bertanggung jawab.

kawankitanews.web.id – Anggota DPRD Jawa Timur sekaligus Ketua Fraksi PKS DPRD Jawa Timur, Lilik Hendarwati, menegaskan bahwa kualitas demokrasi sangat bergantung pada partisipasi aktif masyarakat.

Menurutnya, warga tidak hanya berperan sebagai pemilih dalam setiap pemilihan umum, tetapi juga sebagai pengawas jalannya pemerintahan dan penjaga nilai-nilai demokrasi.

Pernyataan tersebut disampaikan Lilik saat menjadi narasumber dalam kegiatan Sosialisasi Demokrasi Berkualitas bertema

“Demokrasi Berkualitas Dimulai dari Masyarakat: Peran KPU dan Partisipasi Publik” yang dihadiri tokoh masyarakat, pengurus RT/RW, serta berbagai elemen masyarakat di Surabaya.

Dalam kesempatan itu, Lilik mengajak masyarakat untuk terus meningkatkan kepedulian terhadap kehidupan demokrasi.

Ia menilai demokrasi yang sehat lahir dari masyarakat yang kritis, berintegritas, dan memiliki kesadaran untuk ikut mengawal setiap kebijakan publik.

“Demokrasi yang berkualitas lahir dari masyarakat yang peduli, kritis, dan berintegritas. Masyarakat bukan hanya pemilih, tetapi juga penjaga arah perjalanan bangsa,” ujar Lilik.

Ia menjelaskan bahwa proses demokrasi tidak berhenti setelah pemungutan suara selesai.

Menurutnya, masyarakat memiliki tanggung jawab untuk mengawasi jalannya pemerintahan, memberikan masukan yang konstruktif, serta menjaga persatuan meskipun memiliki pilihan politik yang berbeda.

Lilik juga mengingatkan pentingnya memilih pemimpin berdasarkan rekam jejak, kapasitas, integritas, dan gagasan yang ditawarkan.

Ia menilai cara tersebut akan meningkatkan peluang lahirnya pemimpin yang mampu bekerja secara amanah dan berpihak kepada kepentingan masyarakat.

Selain itu, Lilik menyoroti sejumlah tantangan yang masih dihadapi dalam penyelenggaraan demokrasi, seperti politik uang, penyebaran hoaks dan disinformasi, polarisasi politik,

serta rendahnya partisipasi masyarakat dalam mengawasi jalannya pemerintahan.

Menurutnya, tantangan tersebut harus dijawab melalui penguatan literasi politik dan pendidikan demokrasi yang menjangkau seluruh lapisan masyarakat.

Dengan pemahaman yang baik, masyarakat akan lebih mampu berpartisipasi secara cerdas dan bertanggung jawab dalam kehidupan demokrasi.

Lilik menambahkan bahwa keberhasilan demokrasi membutuhkan sinergi antara berbagai pihak.

Komisi Pemilihan Umum (KPU), pemerintah, DPRD, tokoh masyarakat, organisasi kemasyarakatan, hingga warga harus menjalankan perannya masing-masing untuk menjaga kualitas demokrasi.

“DPRD memiliki fungsi legislasi, penganggaran, dan pengawasan. Sementara masyarakat memiliki peran penting dalam mengawal kebijakan publik agar tetap berpihak kepada kepentingan rakyat,” katanya.

Melalui kegiatan sosialisasi tersebut, Lilik berharap masyarakat Surabaya semakin aktif berpartisipasi dalam kehidupan demokrasi, menghormati perbedaan pilihan politik, serta menjaga persatuan dan kesatuan.

Menurutnya, partisipasi masyarakat yang kuat akan menjadi fondasi utama dalam menciptakan pemerintahan yang akuntabel, demokrasi yang sehat, dan pembangunan yang berkelanjutan demi kesejahteraan masyarakat.(Fajar)

Berita Terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *