kawankitanews.web.id– Kepemimpinan baru Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) Kabupaten Tulungagung periode 2026–2031 langsung memasang target besar. Baznas Tulungagung membidik penghimpunan zakat profesi Aparatur Sipil Negara (ASN) mencapai Rp15 miliar per tahun.
Lima pimpinan Baznas Tulungagung resmi dilantik di Pendopo Kongas Arum Kusumaning Bongso Tulungagung, Kamis (20/8/2026). Pelaksana Tugas (Plt) Bupati Tulungagung, Ahmad Baharudin, memimpin langsung prosesi pelantikan tersebut.
Lima pimpinan yang mendapat amanah untuk periode 2026–2031 itu yakni Abdul Wachid, Mohammad Fatah Masrun, Imam Koirodin, Khoiru Rohim, dan Imam Maliki.
Ketua Baznas Tulungagung, Abdul Wachid, mengatakan kepengurusan baru akan memperkuat sinergi dengan Pemerintah Kabupaten Tulungagung. Baznas juga akan meningkatkan kesadaran ASN yang telah memenuhi nisab untuk menunaikan zakat profesi melalui Baznas.
“Karena itu, kami meminta dukungan kepada Plt Bupati Tulungagung agar ASN yang sudah memenuhi nisab bisa membayar zakat profesi melalui Baznas,” ujar Abdul Wachid.
Potensi Zakat ASN Masih Besar
Abdul Wachid menyebut penghimpunan zakat profesi dari ASN saat ini belum mencapai potensi maksimal. Baru sekitar 30 persen ASN Pemerintah Kabupaten Tulungagung yang menyalurkan zakat profesinya melalui Baznas.
Dari penghimpunan tersebut, Baznas Tulungagung mampu mengumpulkan sekitar Rp5 miliar setiap tahun. Baznas menargetkan persentase ASN yang menyalurkan zakat melalui Baznas terus meningkat hingga mencapai 100 persen.
“ASN yang membayar zakat profesi melalui Baznas masih belum optimal. Target kami ke depan bisa mencapai 100 persen,” jelasnya.
Menurut Abdul Wachid, peningkatan partisipasi ASN dapat memberikan dampak signifikan terhadap penghimpunan zakat. Berdasarkan potensi yang ada, zakat profesi ASN Tulungagung dapat mencapai Rp15 miliar per tahun apabila seluruh ASN yang memenuhi ketentuan menyalurkan zakat melalui Baznas.
“Potensi zakat profesi ASN Tulungagung sangat besar. Kami akan terus melakukan berbagai upaya agar target tersebut dapat tercapai,” katanya.
Zakat untuk Pengentasan Kemiskinan
Baznas Tulungagung akan mengelola dana zakat yang terkumpul untuk mendukung berbagai program sosial dan pemberdayaan masyarakat. Dana tersebut akan diarahkan untuk membantu warga yang membutuhkan sekaligus mendorong peningkatan ekonomi masyarakat.
Baznas juga mencatat penghimpunan zakat profesi yang telah terkumpul saat ini mencapai sekitar Rp3 miliar. Pengurus akan terus melakukan sosialisasi dan pendekatan kepada ASN untuk meningkatkan penghimpunan.
Abdul Wachid menegaskan, Baznas tidak hanya mengejar peningkatan jumlah penghimpunan zakat. Lembaga tersebut juga ingin memastikan dana yang terkumpul memberikan manfaat nyata bagi masyarakat.
Melalui kepemimpinan baru, Baznas Tulungagung berkomitmen memperkuat pengelolaan zakat sebagai instrumen pemberdayaan masyarakat dan pengentasan kemiskinan.
Dengan dukungan Pemerintah Kabupaten Tulungagung serta meningkatnya kesadaran ASN, Baznas optimistis target penghimpunan zakat profesi hingga Rp15 miliar per tahun dapat tercapai.(Red)

