8 Agustus 2026

Jalan Samping DPRD Surabaya Diusulkan Bernama Jalan Gombloh, Disbudporapar Masih Kaji Usulan

Keterangan foto: Perwakilan komunitas Mogers mengusulkan penamaan ruas jalan di samping DPRD Surabaya menjadi Jalan Gombloh sebagai bentuk penghormatan kepada seniman legendaris asal Surabaya.

kawankitanews.web.id – Dinas Kebudayaan, Kepemudaan, Olahraga, dan Pariwisata (Disbudporapar) Kota Surabaya masih mengkaji usulan penamaan sejumlah ruang publik, gedung, dan ruas jalan dengan nama legenda musik Indonesia asal Surabaya, Gombloh.

Salah satu usulan yang mengemuka adalah pemberian nama Jalan Gombloh pada ruas jalan di sisi kompleks DPRD Surabaya yang hingga kini belum memiliki nama resmi.

Usulan tersebut disampaikan komunitas Mogers (Memory of Gombloh) dalam audiensi bersama Disbudporapar Surabaya pada 15 Juli 2026. Setelah melalui proses kajian di tingkat dinas, usulan tersebut direncanakan akan dibahas bersama DPRD Surabaya dan Dewan Kebudayaan Surabaya.

Perwakilan Mogers, Budi Haryoso, mengusulkan agar ruas jalan yang membentang dari kawasan Monumen Kapal Selam (Monkasel), arena skater, sisi Pusara, belakang Gedung Negara Grahadi hingga menuju Jembatan Ketabang diberi nama Jalan Gombloh.

Menurut Budi, ruas jalan tersebut dinilai layak menyandang nama Gombloh karena hingga saat ini belum memiliki penamaan resmi.

“Kalau tidak keliru, jalan di samping DPRD itu sangat layak diberi nama Jalan Gombloh, mengingat jalurnya memang belum bernama hingga kini,” ujar Budi.

Ia menjelaskan, lokasi tersebut memiliki keterkaitan dengan perjalanan kreatif Gombloh. Selain berada tidak jauh dari kawasan Balai Pemuda yang dikenal sebagai pusat aktivitas seni dan budaya Surabaya, jalur di sepanjang tepian sungai itu juga disebut menjadi salah satu tempat yang kerap dikunjungi Gombloh untuk mencari inspirasi dalam berkarya.

Budi berharap penamaan Jalan Gombloh tidak sekadar menjadi simbol penghormatan terhadap seniman legendaris tersebut, tetapi juga mampu menghadirkan ruang publik yang memiliki nilai sejarah dan budaya bagi masyarakat Surabaya.

Menurutnya, kawasan tersebut dapat berkembang menjadi titik ekspresi seni sekaligus pengingat akan kontribusi besar Gombloh terhadap perkembangan musik Indonesia.

Usulan itu menjadi bagian dari upaya komunitas Mogers untuk melestarikan warisan karya dan pemikiran Gombloh yang dikenal melalui lagu-lagu bertema kebangsaan, kemanusiaan, serta kecintaannya terhadap Kota Surabaya.

Komunitas tersebut berharap Pemerintah Kota Surabaya dapat memberikan penghargaan yang layak kepada Gombloh melalui penamaan ruang publik atau jalan yang memiliki nilai historis.

Mereka meyakini langkah tersebut akan memperkuat identitas budaya kota sekaligus mengenalkan sosok Gombloh kepada generasi muda.

Saat ini, Disbudporapar Surabaya masih melakukan kajian terhadap seluruh usulan yang disampaikan.

Hasil kajian nantinya akan menjadi bahan pembahasan bersama DPRD Surabaya dan Dewan Kebudayaan Surabaya sebelum diputuskan sebagai kebijakan resmi Pemerintah Kota Surabaya.(Geng)

Berita Terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *