9 Agustus 2026

Jacob Ereste Ingatkan Bahaya Budaya Korupsi terhadap Masa Depan Indonesia

Budayawan Jacob Ereste mengingatkan pentingnya memperkuat integritas untuk melawan budaya korupsi di Indonesia.

kawankitanews.web.id – Budayawan Jacob Ereste mengingatkan bahaya budaya korupsi yang dinilainya dapat mengancam masa depan Indonesia apabila tidak segera ditangani secara serius.

Menurutnya, korupsi tidak hanya merugikan keuangan negara, tetapi juga melemahkan moral, merusak tata kelola pemerintahan, dan menghambat kesejahteraan masyarakat.

Dalam opini yang ditulis di Banten pada 12 Juli 2026, Jacob menyampaikan bahwa praktik korupsi kini menjadi persoalan yang semakin kompleks.

Ia menilai sebagian pihak masih menganggap korupsi sebagai jalan pintas untuk memperoleh kekayaan, sehingga praktik tersebut berpotensi terus berulang jika tidak diimbangi dengan penegakan hukum yang konsisten.

Jacob berpandangan bahwa dampak korupsi tidak berhenti pada hilangnya uang negara. Menurutnya, setiap penyimpangan anggaran berpotensi mengurangi kualitas pelayanan publik, memperlambat pembangunan, dan menghambat program-program yang seharusnya dinikmati masyarakat.

Ia juga menyoroti pentingnya upaya pencegahan selain penindakan.

Menurut Jacob, pemerintah, aparat penegak hukum, lembaga pendidikan, dan masyarakat harus bersama-sama membangun budaya integritas agar praktik korupsi tidak terus berkembang dan diwariskan kepada generasi berikutnya.

Dalam pandangannya, berbagai proyek pembangunan yang menggunakan anggaran negara harus dikelola secara transparan dan akuntabel.

Ia menilai pengawasan yang kuat sejak tahap perencanaan hingga pelaksanaan menjadi langkah penting untuk menutup peluang terjadinya penyimpangan.

Jacob turut mengkritisi munculnya budaya yang cenderung mentoleransi pelanggaran hukum.

Ia menilai sikap permisif terhadap praktik korupsi dapat melemahkan nilai kejujuran dan tanggung jawab yang menjadi fondasi kehidupan berbangsa dan bernegara.

Sebagai refleksi moral, Jacob kembali mengingatkan pesan pujangga Jawa, Raden Mas Ronggowarsito, tentang “zaman edan”.

Menurutnya, pesan tersebut tetap relevan sebagai pengingat agar masyarakat tidak terjebak dalam perilaku yang mengabaikan etika demi mengejar kepentingan pribadi.

Jacob menegaskan bahwa Indonesia membutuhkan komitmen bersama untuk memperkuat integritas di seluruh sektor.

Ia berharap penegakan hukum dilakukan secara adil tanpa pandang bulu, disertai pengawasan yang efektif dan pendidikan antikorupsi yang berkelanjutan.

Di akhir opininya, Jacob mengajak seluruh elemen bangsa menjadikan pemberantasan korupsi sebagai gerakan nasional.

Menurutnya, hanya dengan membangun budaya jujur, memperkuat akuntabilitas, dan menjaga integritas,

Indonesia dapat melindungi masa depan bangsa dari dampak buruk budaya korupsi sekaligus mewujudkan pembangunan yang berkeadilan dan berkelanjutan.(Red)

Berita Terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *