kawankitanews.web.id– Kondisi Jembatan Abdul Hakim Ritonga di Kecamatan Nagajuang, Kabupaten Mandailing Natal (Madina), Sumatera Utara, kembali menjadi sorotan masyarakat.
Retakan dan kerusakan yang terlihat pada bagian infrastruktur jembatan memunculkan kekhawatiran warga terhadap keselamatan pengguna jalan yang setiap hari melintas di lokasi tersebut.
Warga menilai pemerintah daerah belum memberikan penanganan yang memadai meskipun kerusakan jembatan telah lama diketahui.
Situasi itu memicu keresahan sekaligus kekecewaan masyarakat yang bergantung pada jembatan tersebut sebagai jalur utama penghubung menuju Kota Panyabungan.
Sebagai bentuk protes, sejumlah warga memasang spanduk di area jembatan pada Selasa (9/6/2026).
Mereka berharap aksi tersebut dapat menarik perhatian Pemerintah Kabupaten Mandailing Natal agar segera mengambil langkah konkret untuk memperbaiki infrastruktur yang rusak.
Rahmad Hidayat Sormin, putra daerah Nagajuang, mengatakan kondisi jembatan saat ini sudah mengkhawatirkan dan berpotensi membahayakan masyarakat apabila tidak segera diperbaiki.
“Ini bentuk kepedulian kami terhadap keselamatan masyarakat.
Kami melihat berbagai kunjungan dan peninjauan yang dilakukan pemerintah daerah, tetapi sampai sekarang belum ada perbaikan permanen.
Kami khawatir jika kondisi ini terus dibiarkan, akan terjadi hal-hal yang tidak diinginkan,” ujar Rahmad kepada wartawan.
Menurutnya, masyarakat telah berulang kali menyampaikan laporan dan usulan perbaikan kepada pemerintah daerah.
Namun hingga kini warga belum melihat adanya tindakan nyata di lapangan yang dapat menjawab kekhawatiran mereka.
Rahmad menegaskan bahwa masyarakat tidak ingin menunggu hingga jembatan mengalami kerusakan yang lebih parah atau bahkan menyebabkan korban jiwa.
“Kami sudah berkali-kali menyampaikan kondisi ini. Jangan sampai pemerintah baru bertindak setelah terjadi musibah.
Keselamatan masyarakat harus menjadi prioritas utama,” tegasnya.
Selain menyangkut keselamatan pengguna jalan, Rahmad menjelaskan bahwa Jembatan Abdul Hakim Ritonga memiliki peran strategis bagi aktivitas ekonomi masyarakat.
Jembatan tersebut menjadi akses utama yang menghubungkan Kecamatan Nagajuang dengan Kota Panyabungan.
Setiap hari warga memanfaatkan jalur tersebut untuk mengangkut hasil pertanian dan perkebunan menuju pusat perdagangan.
Karena itu, kerusakan jembatan tidak hanya mengancam keselamatan pengguna, tetapi juga berpotensi mengganggu roda perekonomian masyarakat setempat.
Masyarakat Nagajuang berharap Pemerintah Kabupaten Mandailing Natal segera merealisasikan perbaikan permanen terhadap Jembatan Abdul Hakim Ritonga.
Warga menilai langkah cepat dan tepat sangat diperlukan untuk mencegah risiko yang lebih besar serta menjaga kelancaran aktivitas ekonomi dan mobilitas masyarakat.(Kontributor Magrifatulloh)

