kawankitanews.web.id– Generasi Cerdas Indonesia (GCI) menegaskan bahwa keberhasilan mewujudkan Indonesia Emas 2045 sangat bergantung pada kualitas sumber daya manusia (SDM) yang mampu beradaptasi dengan perkembangan teknologi dan perubahan global. Karena itu, GCI mendorong sekolah dan perguruan tinggi untuk mengambil peran lebih besar dalam membangun kompetensi futuristik generasi muda.
Pesan tersebut disampaikan dalam webinar nasional bertajuk Future Ready Human Capital: Arah Strategis Pengembangan SDM Indonesia Berbasis Kompetensi Futuristik Melalui Satuan Pendidikan dan Perguruan Tinggi yang digelar secara daring pada Sabtu (6/6/2026). Kegiatan ini merupakan hasil kolaborasi antara Generasi Cerdas Indonesia (GCI), Tenri Abeng University (TAU), dan Dinas Pendidikan DKI Jakarta.
Webinar yang diikuti sekitar 1.000 kepala SMA dan SMK se-Jakarta itu menghadirkan sejumlah narasumber dari kalangan akademisi, praktisi pendidikan, dan penggiat pengembangan SDM. Mereka membahas strategi menyiapkan generasi muda yang mampu bersaing di era digital dan ekonomi berbasis pengetahuan.
Direktur GCI, Muhamad Ramadhona, menjelaskan bahwa Indonesia saat ini tengah menikmati bonus demografi yang menjadi peluang besar untuk mempercepat pembangunan nasional. Namun, peluang tersebut hanya akan memberikan manfaat maksimal apabila didukung oleh SDM yang memiliki kompetensi sesuai kebutuhan masa depan.
Menurutnya, sekolah dan perguruan tinggi tidak cukup hanya berfokus pada pencapaian akademik. Lembaga pendidikan juga harus membekali peserta didik dengan kemampuan yang relevan dengan perkembangan dunia kerja, teknologi, dan tantangan global.
Ramadhona memaparkan empat kompetensi futuristik yang perlu menjadi prioritas dalam sistem pendidikan. Kompetensi pertama adalah keterampilan digital atau digital skills, yang mencakup literasi digital, pemanfaatan kecerdasan artifisial (AI), analisis data, keamanan siber, dan kemampuan menggunakan berbagai platform teknologi.
Ia menilai kemampuan digital kini menjadi kebutuhan dasar karena hampir seluruh sektor pekerjaan memerlukan penguasaan teknologi. Oleh sebab itu, sekolah dan perguruan tinggi perlu mengintegrasikan pembelajaran digital ke berbagai mata pelajaran dan kegiatan akademik.
Kompetensi kedua adalah advanced technical skills atau keterampilan teknis lanjutan. Kompetensi ini mencakup penguasaan bidang-bidang spesifik seperti rekayasa, teknologi pertanian, kesehatan, desain, serta pengembangan produk. Menurut Ramadhona, dunia pendidikan harus memperkuat pembelajaran berbasis proyek dan memperluas kemitraan dengan dunia usaha dan industri agar lulusan memiliki kemampuan yang siap diterapkan di lapangan.
Selain itu, ia menekankan pentingnya human skills sebagai kompetensi ketiga. Keterampilan komunikasi, kolaborasi, kepemimpinan, berpikir kritis, dan kecerdasan emosional dinilai akan semakin penting di tengah pesatnya perkembangan teknologi dan kecerdasan buatan.
“Teknologi dapat membantu pekerjaan teknis, tetapi kemampuan manusia dalam memimpin, berempati, berkolaborasi, dan mengambil keputusan tetap menjadi keunggulan yang tidak tergantikan,” ujarnya.
Kompetensi keempat adalah entrepreneurial skills atau keterampilan kewirausahaan. Ramadhona mengajak sekolah dan perguruan tinggi untuk menumbuhkan jiwa inovatif, kreativitas, serta keberanian menciptakan peluang usaha baru. Menurutnya, Indonesia membutuhkan lebih banyak generasi muda yang mampu menjadi pencipta lapangan kerja, bukan hanya pencari kerja.
Para narasumber dalam webinar tersebut juga sepakat bahwa pengembangan SDM futuristik membutuhkan kolaborasi erat antara pemerintah, dunia pendidikan, dunia usaha, dan masyarakat. Mereka menilai transformasi pendidikan harus dilakukan secara terencana dan berkelanjutan agar Indonesia mampu memanfaatkan bonus demografi secara optimal.
Melalui penguatan kompetensi futuristik dan peran aktif sekolah serta perguruan tinggi, GCI optimistis Indonesia dapat mencetak generasi unggul yang siap menghadapi tantangan abad ke-21 dan menjadi motor penggerak terwujudnya Indonesia Emas 2045.(Kontributor Rochmad)

