kawankitanews.web.id 3– Gunung Piramid di Kecamatan Curahdami, Kabupaten Bondowoso, Jawa Timur, kembali memakan korban. Tim SAR gabungan menemukan dua pendaki yang sebelumnya dilaporkan hilang kontak dalam kondisi meninggal dunia setelah melakukan pencarian intensif sejak Senin (3/8/2026).
Kedua korban diketahui bernama Maliya Finda (51), warga Surabaya, dan Erfan (35), pemandu lokal asal Desa Traktakan, Kecamatan Wonosari, Bondowoso. Tim SAR menemukan keduanya pada Selasa (4/8/2026) sekitar pukul 12.13 WIB di kawasan bawah Punggung Naga, sekitar 60 meter di bawah jalur pendakian Gunung Piramid.
Kapolres Bondowoso AKBP Aryo Dwi Wibowo mengatakan, tim menemukan kedua korban dalam kondisi meninggal dunia setelah menyisir sejumlah titik yang diduga menjadi lokasi hilangnya para pendaki.
“Untuk dua orang yang dikabarkan hilang saat mendaki Gunung Piramid telah ditemukan dalam keadaan meninggal dunia,” ujar AKBP Aryo Dwi Wibowo saat memberikan keterangan didampingi On Scene Coordinator (OSC) Basarnas Jember, Jefriyansah.
Menurut Aryo, kedua jenazah ditemukan dalam posisi tertelungkup dan tersangkut di ranting pohon dengan jarak sekitar lima meter. Setelah memastikan kondisi lokasi aman, personel SAR gabungan segera melakukan penanganan awal dengan membungkus jenazah sebagai persiapan evakuasi.
Namun, proses evakuasi belum dapat dilakukan pada hari yang sama. Medan yang sangat terjal, tebing yang curam, serta keterbatasan cahaya membuat tim memutuskan menunda evakuasi hingga Rabu (5/8/2026) pagi demi menjaga keselamatan seluruh personel.
“Selanjutnya dilakukan pembungkusan terhadap korban sebagai persiapan evakuasi,” katanya.
Selain mengevakuasi korban, petugas juga mengamankan seluruh barang milik kedua pendaki yang ditemukan di lokasi kejadian.
“Seluruh barang yang ditemukan sudah kami amankan,” tambah Aryo.
Sebelumnya, Maliya Finda dan Erfan memulai pendakian pada Minggu (2/8/2026). Sebelum mendaki, keduanya menitipkan sepeda motor Yamaha NMAX berwarna merah bernomor polisi P 2938 ES di rumah warga di sekitar Posko Kecamatan Curahdami.
Kecurigaan muncul ketika hingga Senin (3/8/2026) sore kendaraan tersebut belum juga diambil. Padahal, jalur pendakian Gunung Piramid umumnya ditempuh dengan sistem tektok atau pulang-pergi tanpa menginap dengan estimasi waktu sekitar delapan jam.
Laporan hilangnya kedua pendaki kemudian ditindaklanjuti dengan operasi pencarian yang melibatkan Basarnas, TNI, Polri, BPBD, relawan, serta berbagai unsur terkait. Setelah melakukan penyisiran di sejumlah titik, tim akhirnya menemukan kedua korban di dasar jurang dalam kondisi meninggal dunia.
Peristiwa ini kembali menjadi pengingat akan tingginya risiko pendakian di Gunung Piramid yang dikenal memiliki jalur sempit, curam, dan menantang. Pendaki diimbau mempersiapkan kondisi fisik, perlengkapan keselamatan, memperhatikan cuaca, serta tidak memaksakan diri melanjutkan perjalanan apabila kondisi medan dinilai membahayakan demi mengurangi risiko kecelakaan saat mendaki.(Aal)

