kawankitanews.web.id – GAIKINDO Indonesia International Auto Show (GIIAS) Surabaya 2026 siap menyapa masyarakat Jawa Timur pada 26–30 Agustus 2026.
Pameran otomotif tersebut akan berlangsung di Grand City Surabaya dengan menghadirkan 37 merek kendaraan bermotor.
Penyelenggara memperluas area pameran dengan menambah satu hall baru.
Penambahan area tersebut memberikan ruang lebih luas bagi pengunjung untuk mengeksplorasi berbagai kendaraan, teknologi, serta produk terbaru dari industri otomotif.
GIIAS Surabaya telah menjadi agenda penting bagi industri otomotif nasional selama sekitar satu dekade. Jawa Timur menjadi salah satu pasar strategis karena memiliki potensi konsumen dan jumlah kendaraan yang besar.
Sekretaris I GAIKINDO, Eddy Sumedi, mengatakan Jawa Timur memiliki kontribusi penting terhadap penjualan kendaraan nasional.
“Jawa Timur memiliki peran yang sangat penting bagi penjualan kendaraan nasional. Hal ini terlihat dari data penjualan mobil hingga April 2026,
“di mana Jawa Timur konsisten berada di posisi ketiga nasional dengan angka penjualan mencapai 25.228 unit atau menyumbang 9,1 persen dari total penjualan nasional,” ujar Eddy.
Menurutnya, potensi pasar Jawa Timur juga terlihat dari jumlah mobil penumpang yang mencapai sekitar 5,58 juta unit berdasarkan data BPS yang diperbarui pada 23 Februari 2026.
37 Merek Ramaikan GIIAS Surabaya
GIIAS Surabaya 2026 menghadirkan 37 merek kendaraan yang terbagi dalam kategori kendaraan penumpang, kendaraan komersial, dan sepeda motor.
Pada kategori kendaraan penumpang, sebanyak 26 merek ikut berpartisipasi, yakni BAIC, BYD, Changan, Chery, Citroen, Daihatsu, GAC AION, Geely, GWM, Honda, Hyundai, iCAR, Jaecoo, JEEP, JETOUR, KIA, Leap Motor, Lepas, Mazda,
Mitsubishi Motors, Polytron, Suzuki, Toyota, VinFast, Wuling, dan X-PENG.
Foton hadir sebagai peserta pada kategori kendaraan komersial. Sementara itu, kategori kendaraan roda dua menghadirkan Aprilia, Kuprum, Moto Guzzi, Piaggio, Polytron, QJ Motor, Royal Enfield, Scomadi, Triumph, dan Vespa.
Sejumlah merek juga kembali hadir atau mengikuti GIIAS Surabaya untuk pertama kalinya.
Merek tersebut antara lain Changan, Foton, Hyundai, iCAR, Jeep, Jetour, KIA, Leap Motor, Lepas, Polytron, QJ Motor, Triumph, dan Xpeng.
Selain merek kendaraan, pameran juga melibatkan 25 merek dari industri pendukung otomotif.
Hadirkan Model dan Teknologi Terbaru
Para peserta membawa sejumlah model kendaraan terbaru yang sebelumnya diperkenalkan dalam GIIAS 2026 di BSD Tangerang.
Kehadiran model baru tersebut memberikan kesempatan bagi masyarakat Jawa Timur untuk melihat langsung perkembangan teknologi otomotif.
Pengunjung juga dapat mengeksplorasi berbagai kendaraan yang tersedia selama pameran.
Penyelenggara menyiapkan tiket dengan sejumlah pilihan harga.
Pada periode presale 2 yang berlangsung 19–21 Agustus 2026, masyarakat dapat membeli tiket melalui aplikasi Auto360 seharga Rp15.000 untuk weekdays dan Rp20.000 untuk weekend.
Setelah presale berakhir, tiket reguler tersedia melalui aplikasi Auto360 mulai 22–30 Agustus 2026. Harga tiket reguler mencapai Rp25.000 untuk weekdays dan Rp40.000 untuk weekend.
Pengunjung juga dapat membeli tiket secara langsung di lokasi pameran dengan harga Rp35.000 untuk weekdays dan Rp50.000 untuk weekend.
GIIAS The Series Berlanjut
GIIAS Surabaya 2026 menjadi bagian dari rangkaian GIIAS The Series yang digelar di lima kota besar.
Setelah Surabaya, penyelenggara akan menggelar GIIAS Bandung pada 9–13 September 2026 di Sudirman Grand Ballroom. Kemudian, GIIAS Semarang berlangsung pada 30 September–4 Oktober 2026 di Muladi Dome.
Rangkaian GIIAS 2026 akan ditutup melalui GIIAS Makassar pada 28 Oktober–1 November 2026 di Summarecon Mutiara Makassar.
Penyelenggara juga menyiapkan GIIAS Bali sebagai kota baru dalam rangkaian tahun berikutnya. Pameran tersebut dijadwalkan berlangsung pada 27–31 Januari 2027 di The Meru Sanur, Bali.
Dengan area pameran yang lebih luas, 37 merek kendaraan, serta berbagai model terbaru, GIIAS Surabaya 2026 siap menjadi ajang bagi masyarakat Jawa Timur untuk mengenal dan menikmati perkembangan industri otomotif secara langsung.(Red)

