10 Oktober 2026

EDRR Indonesia 2026 Catat 7.578 Pengunjung, Teknologi Kebencanaan dan Kolaborasi Jadi Sorotan

EDRR Indonesia 2026 menampilkan inovasi teknologi kebencanaan dan keselamatan.

kawankitanews.web.id – Emergency Disaster Reduction & Rescue Expo (EDRR) Indonesia 2026 mencatat 7.578 trade visitor selama tiga hari penyelenggaraan di Hall D, Jakarta International Expo (JIExpo) Kemayoran, Jakarta.

Pameran yang berlangsung pada 12–14 Agustus 2026 tersebut mempertemukan pemerintah, pelaku industri, akademisi, sektor pertahanan, serta organisasi kemanusiaan untuk memperkuat kolaborasi dalam menghadapi berbagai risiko bencana.

EDRR Indonesia 2026 menghadirkan lebih dari 80 perusahaan dari dalam dan luar negeri. Para peserta menampilkan berbagai inovasi dan teknologi yang mendukung upaya pencegahan, mitigasi, tanggap darurat, dan penyelamatan.

Teknologi Kebencanaan Jadi Sorotan
Berbagai teknologi menjadi salah satu daya tarik utama EDRR Indonesia 2026. Peserta memperkenalkan robot penyelamat berbasis kecerdasan buatan, sistem pemetaan bencana tiga dimensi, kendaraan medis darurat, sistem komunikasi satelit dan komunikasi darurat, hingga peralatan perlindungan diri dan evakuasi.

Project Director Seven Event, Sri Vista Limbong, mengatakan pameran tersebut tidak hanya menjadi tempat memperkenalkan teknologi, tetapi juga membuka ruang kolaborasi bagi berbagai sektor.

“EDRR Indonesia 2026 tidak hanya menjadi wadah untuk memamerkan inovasi dan teknologi terkini, tetapi juga hadir sebagai ruang kolaborasi lintas sektor yang inklusif,” ujar Vista.

Menurutnya, penyelenggara menghadirkan konferensi, seminar, dan workshop untuk mempertemukan pemerintah, industri, akademisi, serta mitra internasional.

Forum tersebut mendorong pertukaran pengetahuan dan pembahasan standar keselamatan untuk memperkuat ketahanan bencana Indonesia.

Hadirkan 10 Program Strategis
Selama pameran berlangsung, penyelenggara menggelar 10 program strategis yang membahas kebijakan nasional, peningkatan kapasitas sumber daya manusia, dan pemanfaatan teknologi dalam penanggulangan bencana.

Rangkaian kegiatan tersebut mencakup S&D Global Safety and Development Conference, Seminar Kesiapsiagaan Keselamatan Kerja (iSafety), Forum Aksi Merespons Peringatan Dini (AMPD), G60 Medical Industry Cooperation, serta Forum Pemadam Kebakaran Cerdas dan Keselamatan Industri.

Penyelenggara juga menggelar Forum Sinergi Darurat Maritim dan Kepulauan, Forum World Humanitarian Day, penandatanganan kerja sama bilateral melalui MoU, serta Pelatihan dan Simulasi Manajemen Bencana melalui CPR Workshop.

Selain itu, program Business Matching mempertemukan pelaku industri dan pemangku kepentingan dalam 140 pertemuan bisnis. Kegiatan tersebut menghasilkan sejumlah peluang kerja sama dan membuka potensi investasi serta transfer teknologi di bidang kebencanaan.

Perusahaan Dalam dan Luar Negeri Ikut Berpartisipasi
Lebih dari 80 perusahaan ikut memamerkan produk dan teknologi dalam EDRR Indonesia 2026.

Peserta berasal dari dalam maupun luar negeri dengan membawa berbagai solusi untuk meningkatkan keselamatan dan kemampuan penyelamatan.

Sejumlah peserta antara lain PT Ambulance Pintar Indonesia, Delima Mandiri, Fuso, Wuling, Farizon, PT Pundarika Atma Semesta, Deep Robotics, Unitree, Genisom AI, Roboticplus.AI, Hytera Communications, PT Dahua Vision Technology Indonesia, Gotion Hi-Tech, VdS Schadenverhuetung GmbH, Lamilab Inc, dan Aetosky PTE LTD.

Kehadiran berbagai perusahaan tersebut memperlihatkan perkembangan teknologi keselamatan dan penanggulangan bencana yang semakin beragam.
Perkuat Kolaborasi Nasional
EDRR Indonesia 2026 resmi dibuka pada 12 Agustus 2026 oleh Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Menko PMK) Pratikno.

Sejumlah pejabat turut menghadiri pembukaan, di antaranya Wakil Menteri Kesehatan Dante Saksono Harbuwono, Kepala Basarnas Mohammad Syafii, Kepala BMKG Teuku Faisal Fathani, dan Kepala BNPB Suharyanto.

Penyelenggara mendapat dukungan dari berbagai kementerian, lembaga pemerintah, institusi keamanan, perguruan tinggi, dan organisasi kemanusiaan.
Dukungan tersebut antara lain berasal dari Kemenko PMK, Kementerian Perindustrian, Kementerian Kesehatan, Polri, TNI AD, TNI AL, TNI AU, BNPB, Basarnas, BMKG, BRIN, BPBD Provinsi DKI Jakarta, Universitas Pertahanan RI, Universitas Budi Luhur, LSPR Institute, MER-C Indonesia, UN-OCHA, World Humanitarian Day, Adaptasi Bencana Indonesia, National Logistics Community, dan KAMSELINDO.

EDRR Indonesia 2026 diselenggarakan PT Amara Tujuh Perjuangan bersama Council for the Promotion of Shanghai International Trade, Shanghai International Exhibition (Group) Co., Ltd., dan Comexposium.
Dengan menghadirkan ribuan trade visitor, puluhan perusahaan,

serta berbagai forum strategis, EDRR Indonesia 2026 mendorong kolaborasi lintas sektor untuk membangun sistem kesiapsiagaan dan penanggulangan bencana yang lebih terintegrasi, adaptif, dan berbasis teknologi.(Red)

Berita Terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *