kawankitanews.web.id – Pengamat menilai etika politik di Indonesia mengalami pelemahan akibat menguatnya budaya balas jasa dalam praktik kekuasaan dan penyelenggaraan pemerintahan.
Jacob Ereste menyampaikan bahwa budaya balas jasa dalam politik mendorong terjadinya hubungan timbal balik yang tidak sehat antara aktor politik dan penyelenggara negara. Ia menilai kondisi ini berpotensi menggeser orientasi kebijakan dari kepentingan publik menjadi kepentingan kelompok.
Ia menjelaskan bahwa dalam praktiknya, balas jasa politik sering memengaruhi proses pengambilan keputusan di berbagai level pemerintahan. Menurutnya, hal tersebut dapat mengurangi independensi pejabat publik dalam menjalankan tugasnya.
Jacob juga menyoroti bahwa melemahnya etika politik berdampak pada menurunnya kepercayaan masyarakat terhadap lembaga negara. Ia menilai masyarakat akan semakin skeptis ketika melihat kebijakan publik lebih dipengaruhi kepentingan politik dibanding kebutuhan rakyat.
Ia menegaskan bahwa tata kelola pemerintahan yang baik membutuhkan komitmen kuat terhadap etika, integritas, dan transparansi. Ia mendorong agar setiap pejabat negara menempatkan kepentingan publik sebagai prioritas utama dalam setiap keputusan.
Lebih lanjut, ia mengingatkan bahwa budaya balas jasa dapat menciptakan ketergantungan politik yang sulit dihindari jika tidak segera dikendalikan. Ia menilai kondisi tersebut dapat melemahkan sistem checks and balances dalam pemerintahan.
Ia juga mendorong penguatan pendidikan politik dan etika bagi seluruh penyelenggara negara agar praktik serupa tidak semakin meluas di masa mendatang.
Dengan demikian, ia menilai bahwa pemulihan etika politik menjadi kunci penting dalam memperbaiki kualitas demokrasi dan tata kelola pemerintahan di Indonesia.(Kontributor banten yacob)

