kawankitanews.web.id – Pengamat sosial kemasyarakatan Jacob Ereste mengingatkan pentingnya memperkuat etika, akhlak, dan spiritualitas di tengah derasnya arus materialisme yang dinilai semakin memengaruhi cara pandang masyarakat terhadap kehidupan. Menurutnya, kemajuan ekonomi dan teknologi harus diimbangi dengan pembangunan karakter agar tidak mengikis nilai-nilai kemanusiaan.
Dalam perbincangan di kediamannya pada Jumat (31/7/2026), Jacob Ereste menyampaikan bahwa orientasi hidup yang terlalu menitikberatkan pada materi berpotensi melemahkan moral, kepedulian sosial, dan semangat kebersamaan yang selama ini menjadi ciri khas bangsa Indonesia.
Ia menilai masyarakat modern cenderung mengukur keberhasilan melalui kekayaan, jabatan, dan prestasi, sementara nilai-nilai spiritual serta etika perlahan mulai terpinggirkan.
“Manusia tidak cukup hanya mengejar keberhasilan material. Etika, akhlak, dan spiritualitas harus menjadi fondasi agar setiap pencapaian memiliki makna dan manfaat bagi kehidupan bersama,” ujar Jacob.
Menurutnya, menguatnya budaya materialisme juga berdampak pada meningkatnya sikap individualistis yang melemahkan rasa kekeluargaan dan gotong royong. Padahal, nilai-nilai tersebut merupakan warisan budaya bangsa yang selama ini menjadi perekat kehidupan sosial.
Jacob menambahkan bahwa berbagai persoalan sosial, termasuk praktik korupsi, penyalahgunaan kewenangan, dan menurunnya kepedulian terhadap sesama, tidak hanya memerlukan penegakan hukum, tetapi juga pembinaan moral yang berkelanjutan.
Ia juga menyoroti perubahan pola kehidupan keluarga di era digital. Kesibukan mengejar karier dan tuntutan ekonomi, menurutnya, membuat waktu kebersamaan dalam keluarga semakin berkurang. Kondisi itu berdampak pada berkurangnya ruang bagi orang tua untuk menanamkan nilai-nilai moral dan akhlak kepada anak.
Selain keluarga, Jacob menilai lembaga pendidikan memiliki tanggung jawab besar dalam membentuk generasi yang tidak hanya unggul secara akademik, tetapi juga memiliki karakter yang kuat.
“Pendidikan harus mampu melahirkan manusia yang cerdas sekaligus berintegritas. Ilmu pengetahuan perlu berjalan seiring dengan pembentukan etika, moral, dan rasa tanggung jawab sosial,” katanya.
Jacob menegaskan bahwa bangsa Indonesia memiliki banyak sumber daya manusia yang berkualitas. Namun, kemampuan tersebut akan lebih bermakna apabila disertai kejujuran, kepedulian, dan semangat mengabdi kepada masyarakat.
Ia mengajak seluruh elemen bangsa untuk menjadikan spiritualitas sebagai pedoman dalam menjalani kehidupan, sehingga kemajuan yang diraih tidak hanya berorientasi pada kepentingan pribadi, tetapi juga memberikan manfaat bagi orang lain.
Menurut Jacob, manusia sebagai makhluk ciptaan Tuhan yang paling sempurna memiliki tanggung jawab menjaga hubungan dengan sesama, lingkungan, dan Sang Pencipta. Karena itu, keseimbangan antara pembangunan material dan penguatan spiritual harus terus dijaga.
Melalui pandangannya tersebut, Jacob Ereste berharap masyarakat mampu menghidupkan kembali nilai-nilai etika, akhlak, dan gotong royong sebagai fondasi membangun bangsa yang lebih berkeadaban, harmonis, dan berorientasi pada kemaslahatan bersama.(Kontributor Yacob)

