Dampak Kelangkaan Solar di Banjarmasin, Biaya Transportasi dan Harga Sembako Melonjak

Antrean kendaraan di SPBU Banjarmasin akibat kelangkaan solar subsidi yang berdampak pada kenaikan biaya transportasi dan harga sembako.

kawankitanews.web.id  – Kelangkaan bahan bakar minyak (BBM) jenis solar subsidi di Banjarmasin mulai berdampak luas terhadap aktivitas ekonomi masyarakat. Antrean panjang di sejumlah SPBU terjadi hampir setiap hari dan memicu kenaikan biaya transportasi hingga harga kebutuhan pokok.

Para sopir angkutan barang mengaku kesulitan mendapatkan solar untuk operasional kendaraan mereka. Kondisi tersebut membuat distribusi barang menjadi terhambat dan memaksa pelaku usaha menambah biaya angkut.

Akibatnya, sejumlah distributor menaikkan harga jual barang untuk menutupi tingginya biaya operasional. Dampak paling terasa terjadi pada harga sembako yang mulai mengalami kenaikan di tingkat pasar dan konsumen.

Masyarakat menengah ke bawah menjadi kelompok yang paling terdampak akibat situasi ini. Daya beli warga terus melemah karena harus menghadapi kenaikan harga kebutuhan sehari-hari di tengah kondisi ekonomi yang belum stabil.

Ketua Yayasan Lembaga Konsumen (YLK) Kalimantan Selatan, Akhmad Murjani, meminta pemerintah segera mengambil langkah cepat untuk mengatasi kelangkaan solar subsidi.

Menurutnya, pemerintah harus memperketat pengawasan distribusi BBM agar penyalurannya tepat sasaran dan tidak disalahgunakan pihak tertentu.

“Jika kondisi ini terus berlanjut, bukan tidak mungkin akan terjadi gangguan lebih besar pada rantai pasok dan stabilitas ekonomi daerah,” ujar Akhmad Murjani.

Ia juga menyoroti besarnya dampak yang dialami para sopir angkutan darat maupun laut yang sangat bergantung pada solar untuk bekerja setiap hari.

Masyarakat berharap pasokan solar subsidi segera kembali normal agar aktivitas distribusi barang berjalan lancar dan harga kebutuhan pokok dapat kembali stabil.(Kontributor Herman)

Berita Terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *