11 Juni 2026

Besutan Tampil di LISAN XIII Jakarta, Meimura Bawa Budaya Ludruk ke Panggung Internasional

Keterangan foto:Meimura menampilkan kesenian Besutan di ajang LISAN XIII Taman Ismail Marzuki, Jakarta, sebagai upaya memperkenalkan budaya ludruk ke panggung internasional.

kawankitanews.web.id– Seniman Meimura menampilkan kesenian Besutan dalam ajang Seminar dan Festival Internasional Tradisi Lisan (LISAN XIII) yang digelar di Taman Ismail Marzuki (TIM), Jakarta, pada 5–8 Agustus 2026.

Penampilan tersebut menjadi upaya nyata dalam membawa budaya ludruk Jawa Timur ke panggung internasional.

Meimura tampil atas undangan Asosiasi Tradisi Lisan (ATL) sebagai bagian dari rangkaian kegiatan LISAN XIII yang mempertemukan para pegiat budaya dari berbagai daerah di Indonesia dan sejumlah negara.

Dalam kesempatan tersebut, Meimura membawakan Besutan sebagai bentuk seni tutur yang menjadi cikal bakal kesenian ludruk.

Ia menampilkan pertunjukan yang sarat nilai budaya, kritik sosial, serta pesan moral yang melekat dalam tradisi masyarakat Jawa Timur.

Meimura menyampaikan bahwa keikutsertaannya dalam festival internasional ini menjadi momentum penting untuk memperkenalkan kembali Besutan kepada publik yang lebih luas.

“Ini kesempatan berharga untuk membawa Besutan ke panggung internasional. Saya ingin menunjukkan bahwa ludruk memiliki akar kuat melalui Besutan yang masih relevan hingga sekarang,” ujar Meimura.

Ia menjelaskan bahwa Besutan memiliki karakter sederhana, fleksibel, dan dekat dengan masyarakat,

sehingga dinilai mampu menjadi media efektif dalam menjaga keberlanjutan tradisi ludruk di tengah perkembangan zaman.

Asosiasi Tradisi Lisan (ATL) menilai kehadiran Besutan dalam LISAN XIII sebagai langkah penting dalam upaya pelestarian Warisan Budaya Takbenda Indonesia.

ATL mendorong inovasi penyajian seni tradisi agar tetap diminati generasi muda tanpa kehilangan nilai-nilai aslinya.

Wakil Ketua ATL Jawa Timur, Henri Nurcahyo, menegaskan bahwa Besutan memiliki peran strategis dalam menghidupkan kembali semangat ludruk yang kini mulai tergerus modernisasi.

Menurutnya, kehadiran Meimura dalam forum internasional ini tidak hanya menampilkan pertunjukan seni,

tetapi juga membawa pesan budaya yang kuat tentang pentingnya menjaga identitas kesenian daerah.

“Besutan menjadi jembatan untuk menjaga nyala ludruk agar tetap hidup dan dikenal luas, termasuk di tingkat internasional,” kata Henri.

Ia juga menambahkan bahwa dirinya turut membawakan makalah dalam seminar LISAN XIII yang berjudul

“Menyalakan Api Ludruk Melalui Besutan” sebagai bagian dari diskusi akademik dan kebudayaan.

LISAN XIII yang diselenggarakan ATL mengangkat tema “Peranan Tradisi Lisan sebagai Warisan Budaya Takbenda dalam Merawat Kemanusiaan,

Alam, dan Kehidupan dari Masa Lalu ke Masa Depan.” Kegiatan ini diikuti oleh peserta dari berbagai daerah di Indonesia serta negara sahabat seperti Singapura dan India.

Melalui penampilan Besutan di panggung internasional ini, Meimura dan ATL berharap kesenian ludruk semakin dikenal luas serta mampu menarik minat generasi muda untuk ikut melestarikan budaya tradisional yang menjadi identitas bangsa Indonesia.(Geng)

 

Berita Terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *