8 Oktober 2026

Aspiraai di bungkam, Mahasiswa di sakiti seperti binatang

KawankitaNews Web .id

MOROTAI / MALUKU UTARA, 5 Oktober 2026
— Anggota Samurai Maluku Utara menyampaikan kecaman pedas dan mendalam terhadap kinerja kepolisian di Morotai, yang dinilai gagal memegang teguh fungsi pelindung rakyat dan justru terjebak di balik kepentingan kekuasaan politik.

POLRES MOROTAI GAGAL MELIHAT FAKTA KEKERASAN TERHADAP MAHASISWA TIDAK TERJAWAB

Dalam pernyataan tegasnya, perwakilan Samurai Maluku Utara menegaskan:
“Kami melihat Polres Morotai gagal memahami inti masalah. Enam mahasiswa yang menyampaikan aspirasi justru dipukul, dicekik, diinjak seperti binatang.
Di mana nurani mereka ?
Ego jabatan menutup mata, sehingga mereka lupa siapa yang seharusnya dilindungi.”
Perilaku sejumlah anggota kepolisian itu dinilai bukan lagi menjaga ketertiban, melainkan menjadi alat kekuasaan. Bukan mengabdi kepada rakyat, melainkan menjalankan perintah seolah-olah robot yang dikendalikan dari atas tempurung di tangan, kendali di tangan penguasa.

BUKAN MENGABDI RAKYAT, MELAINKAN MENGABDI KEPADA KEKUASAAN

“Mereka rela menginjak, menyakiti, membungkam warga yang bersuara asalkan kekuasaan yang ada terlindungi. Mereka lupa: ini negara demokrasi. Pemimpin mendapat mandat dari rakyat, lalu dengan santai mengkhianati amanah itu ?
Aspirasi yang seharusnya didengar justru dipatahkan dengan kekerasan.”

Kekhawatiran yang paling dalam: aparat bahkan tidak ragu menyakiti sesama anak bangsa, seakan keluarga sendiri pun rela diabaikan demi menyenangkan penguasa.
“Mereka sok jago di depan rakyat, tapi tidak sadar keluarga mereka sendiri banyak yang tidak diperhatikan oleh pemerintah. Mereka berjuang melindungi yang salah, sementara yang benar diabaikan.”

TUNTUTAN TEGAS:

1. Usut tuntas siapa pelaku kekerasan terhadap enam mahasiswa tersebut
2. Bebaskan kepolisian dari kepentingan politik kembali ke jalan benar: melindungi rakyat, bukan melindungi kekuasaan
3. Jangan biarkan aspirasi dibungkam suara rakyat adalah hak konstitusional, bukan kejahatan
4. Hentikan watak robot penguasa berpikirlah, sadarilah: siapa yang memberi kekuasaan itu

Kekuasaan bisa berganti. Tapi rakyat tetaplah pemilik negeri ini.

Penulis : “Arik Rajak”
Editor : “Bung”

Berita Terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *