13 Juni 2026

Angginak Sepi Wanimbo Salurkan Buku Karya Putra Papua di Tiom

Keterangan foto:Angginak Sepi Wanimbo menyerahkan buku karya putra Papua kepada tokoh masyarakat usai pemutaran film dokumenter Pesta Babi di Tiom, Kabupaten Lanny Jaya.

kawanindonesia.web.id– Pegiat literasi Papua, Angginak Sepi Wanimbo, menyalurkan dua buku karya putra Papua kepada sejumlah tokoh masyarakat dalam kegiatan nonton bareng film dokumenter Pesta Babi yang berlangsung di Terminal Tiom-Wamena, Kabupaten Lanny Jaya, Papua Pegunungan, pada 10 Juni 2026.

Kegiatan yang dihadiri sekitar 500 warga tersebut tidak hanya menjadi ruang hiburan dan refleksi sosial, tetapi juga menjadi momentum untuk memperkuat budaya literasi di kalangan masyarakat, khususnya generasi muda Papua.

Sebelum pemutaran film dimulai, panitia menggelar diskusi panel yang menghadirkan Angginak Sepi Wanimbo dan Yefta Lengka sebagai narasumber. Dalam diskusi tersebut, keduanya mengajak masyarakat untuk memperkuat pendidikan, menjaga lingkungan hidup, serta meningkatkan kesadaran akan pentingnya persatuan masyarakat Papua.

Angginak Sepi Wanimbo menekankan bahwa generasi muda Papua harus menjadikan pendidikan sebagai fondasi utama dalam membangun masa depan. Menurutnya, masyarakat perlu memahami sejarah, menjaga tanah adat, dan memanfaatkan ilmu pengetahuan untuk kemajuan bersama.

“Kita harus membangun masa depan melalui pendidikan. Generasi muda Papua harus menjadi pelopor perubahan yang mampu menjaga tanah, hutan, dan nilai-nilai kehidupan yang diwariskan para leluhur,” ujarnya.

Sementara itu, Yefta Lengka mengajak masyarakat untuk terus memperjuangkan nilai-nilai keadilan dan kemanusiaan melalui cara-cara yang damai serta mengedepankan dialog dalam menyelesaikan berbagai persoalan yang dihadapi masyarakat Papua.

Usai pemutaran film, Angginak Sepi Wanimbo menyerahkan dua buku karya putra Papua kepada sejumlah tokoh yang hadir. Buku pertama berjudul “Tanah Kami Masa Depan Kami”, yang ditulis oleh Angginak Sepi Wanimbo. Buku kedua berjudul “Prabowo dan Tantangan Penyelesaian Konflik di Tanah Papua” karya Gembala Socratez Sofyan Yoman.

Penyerahan buku tersebut bertujuan untuk memperluas akses literasi dan mendorong masyarakat agar lebih aktif membaca serta memahami berbagai isu yang berkaitan dengan pembangunan, pendidikan, dan masa depan Papua.

Wanimbo berharap buku-buku tersebut dapat menjadi sumber inspirasi bagi generasi muda untuk terus belajar dan berkontribusi dalam pembangunan daerah.

“Ilmu pengetahuan harus menjadi alat untuk membangun kehidupan yang lebih baik. Kita membutuhkan generasi yang cerdas, berintegritas, dan mampu membawa perubahan positif bagi Papua,” katanya.

Kegiatan tersebut juga dihadiri sejumlah tokoh masyarakat, tokoh gereja, tokoh pemuda, serta perwakilan pemerintah daerah. Kehadiran mereka menunjukkan dukungan terhadap penguatan literasi sebagai bagian dari pembangunan sumber daya manusia di Papua Pegunungan.

Tokoh masyarakat yang hadir mengapresiasi langkah Angginak Sepi Wanimbo dalam mempromosikan budaya membaca dan memperkenalkan karya-karya anak Papua kepada masyarakat luas. Mereka menilai gerakan literasi seperti ini perlu terus dikembangkan agar semakin banyak generasi muda yang memiliki minat membaca dan menulis.

Melalui kegiatan tersebut, para peserta berharap budaya literasi di Papua terus berkembang dan mampu melahirkan lebih banyak karya yang mengangkat potensi, sejarah, serta masa depan masyarakat Papua.(Kontributor war)

 

Berita Terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *