KAWANKITANEWS.WEB.ID// 24 April 2026 – PT Terminal Teluk Lamong (TTL) terus memperkuat kapasitas komunikasinya dengan mengintegrasikan teknologi kecerdasan buatan (Artificial Intelligence/AI) dalam strategi kehumasan. Langkah ini diwujudkan melalui pelatihan intensif bertema “Create Faster, Communicate Better” yang digelar pada 22–23 April 2026.
Pelatihan ini menjadi bagian dari upaya TTL dalam mendorong transformasi digital, khususnya di bidang komunikasi publik yang menuntut kecepatan, ketepatan, dan berbasis data.
Kegiatan tersebut terlaksana melalui kolaborasi dengan Indonesian National Shipowners’ Association Jakarta Raya (DPC INSA Jaya) serta mitra penyedia teknologi analisis media.
Sejumlah narasumber berpengalaman, yakni Mohamad Erwin dan Frederik H.F. Abarua, hadir memberikan pembekalan teknis kepada peserta.
Mereka membimbing langsung para praktisi humas dalam memanfaatkan AI untuk berbagai kebutuhan, mulai dari penyusunan konten, analisis sentimen publik, hingga pengembangan strategi visual di media sosial.
Peserta pelatihan terdiri dari tim Humas TTL serta perwakilan dari TPK Lamong, TPK Nilam, TPK Berlian, dan tim Crisis Team. Mereka dibekali keterampilan untuk meningkatkan efektivitas komunikasi, termasuk dalam menghadapi situasi krisis di lingkungan pelabuhan.
Direktur Utama TTL, David Pandapotan Sirait, menegaskan bahwa transformasi digital tidak hanya berbicara soal percepatan informasi, tetapi juga kemampuan membaca situasi secara lebih dini.
Menurutnya, pemanfaatan AI menjadi kunci untuk menyederhanakan informasi kompleks agar lebih mudah dipahami publik, sekaligus memastikan pesan tersampaikan secara tepat.
“Ke depan, humas tidak boleh sekadar reaktif. Kita harus mampu mengantisipasi isu sejak awal dengan dukungan data dan teknologi, sehingga komunikasi yang dibangun lebih kuat dan terpercaya,” ujarnya.
Materi pelatihan juga mencakup manajemen krisis, teknik komunikasi presisi, serta penggunaan aplikasi digital berbasis AI untuk riset komunikasi. Selain itu, peserta dilatih menciptakan konten visual profesional—baik foto maupun video—dengan bantuan teknologi AI.
Salah satu hasil utama dari program ini adalah penguatan peran Squadron Humas TTL, yang menanamkan prinsip bahwa setiap insan perusahaan memiliki tanggung jawab komunikasi. Sistem kerja tim diperkuat melalui SOP yang terstruktur, sehingga setiap pernyataan resmi dapat disampaikan melalui satu pintu komunikasi yang jelas dan terkoordinasi.
Menurut Erwin, pelatihan ini menjadi langkah strategis dalam meningkatkan kualitas komunikasi di era digital. Ia berharap tim humas TTL semakin adaptif dan inovatif dalam menyampaikan informasi yang cepat, akurat, dan berdampak luas bagi masyarakat.
Melalui inisiatif ini, TTL menegaskan komitmennya untuk terus berkembang sebagai pelabuhan modern yang tidak hanya unggul secara operasional, tetapi juga transparan dan profesional dalam mengelola komunikasi publik di tengah arus informasi yang dinamis. (RED)

